Jumat, 02 Nov 2018 11:00 WIB

Noda Hitam Bapak Android yang Gegerkan Google

Fino Yurio Kristo - detikInet
Andy Rubin. Foto: istimewa Andy Rubin. Foto: istimewa
Jakarta - Andy Rubin adalah pahlawan di jagat teknologi, dia merupakan sosok di balik terciptanya sistem operasi Android. Banyak yang memuja pria berusia 55 tahun ini. Namun belakangan, legasinya ternoda terkait kasus pelecehan seks yang menimpanya.

Bersama beberapa rekan, yaitu Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White, Rubin mendirikan Android Inc di Palo Alto, California, pada Oktober 2003. Perusahaan start up ini berencana menciptakan OS open source.

Meskipun didirikan oleh orang-orang yang sudah sangat berpengalaman di industri mobile, Android tidak langsung sukses. Beruntung, ada seorang teman Rubin bernama Steve Perlman yang menyuntik dana senlai USD 10 ribu kala perusahaan ini sedang kepayahan.



Rubin tak kurang akal karena mengetahui benar potensi besar Android. Ia mendekati Larry Page, pendiri Google. Keduanya bertemu pada tahun 2005 di kantor pusat Google. Jadilah Google meminang Android pada bulan Juli 2005, diestimasi harganya sekitar USD 50 juta. Rubin pun senang dengan kesuksesan Android hingga memikat Google.

"Saya mengagumi apa yang sudah kami capai dalam waktu yang tidak begitu lama dan tetap bergairah dengan kekuatan ide yang sederhana dan berbagi sebuah platform open source yang tersedia gratis bagi setiap orang, untuk mentransformasi komputasi bagi semua," kata Rubin suatu ketika.

Noda Hitam Bapak Android yang Gegerkan GoogleDemo karyawan di kantor pusat Google. Foto: Reuters


Tersangkut Kasus Pelecehan Seks

Andy Rubin lantas bergabung ke Google dan menjabat Senior Vice President of Mobile and Digital Content. Tugasnya mengawasi perkembangan Android yang kemudian jadi OS terpopuler di dunia.

Pada 2013, ia pindah menjadi bos divisi robot Google. Kemudian pada tahun 2014, setelah 9 tahun berkarir di Google, Rubin memutuskan mundur. Pendiri Google Larry Page dalam postingan blognya memuji Andy karena telah 'mengasuh' Android dan membuatnya menjadi platform gratis dan terbuka. Kian luasnya penggunaan Android saat ini diakui Page tak lepas dari kontribusi Andy.

"Setelah melampaui semua tujuan bahkan mimpi ambisius tentang Android, Andy memutuskan sudah waktunya menyerahkan kendali dan memulai bab baru di Google. Kami menantikan gebrakan selanjutnya dari Andy," kata Larry.



Rubin ternyata membuat startup smartphone sendiri yang dinamakan Essential. Meski produknya menjanjikan, Essential tidak sukses. Malah kemudian, muncul kabar bahwa Rubin keluar dari Google karena tersangkut kasus pelecehan seks dengan karyawan.

Puncaknya, media terkemuka New York Times mengangkat kasus tersebut secara mendetail. Dilaporkan, ada seorang karyawan perempuan Google yang menuduh Rubin melakukan pelecehan seksual kepadanya. Si karyawan itu menyebut Rubin memaksanya untuk melakukan tindakan tak senonoh ke di sebuah kamar hotel pada 2013.

Hal ini diungkap oleh dua orang eksekutif Google yang mengaku mengetahui masalah ini. Selanjutnya, Google pun menginvestigasi tudingan ini dan katanya hasilnya menyebutkan kalau laporan tersebut kredibel, dan Page langsung meminta Rubin untuk mengundurkan diri dari Google.

Google sebenarnya bisa saja memecat Rubin dan tak memberikan pesangon apa pun untuknya. Namun Google konon malah memberikan pesangon sebesar USD 90 juta yang dibayarkan secara bertahap, yaitu USD 2 juta setiap bulannya selama empat tahun. Pembayaran pesangon yang terakhir akan dilakukan pada November 2018 mendatang.

Rubin sudah membela diri bahwa laporan New York Times memiliki banyak kesalahan, namun ia tidak tegas membantah menerima uang dalam jumlah besar. Jadilah kasus ini memicu kehebohan di Google, di mana ribuan karyawan walk out karena mengganggap Google tidak transparan dan malah melindungi pelaku pelecehan. Andy Rubin pun seolah jadi tersangka.




Tonton juga 'Karyawan Google Seluruh Dunia Mogok Kerja':

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed