Senin, 29 Okt 2018 17:10 WIB

Belajar Coding Versi Bahasa Indonesia Kini Bisa Lewat Online

Robi Setiawan - detikInet
Foto: Dok. Jababeka Foto: Dok. Jababeka
Jakarta - Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjadi suatu kekuatan yang mampu menguasai dunia, salah satunya lewat startup. Sayangnya perkembangan startup di Indonesia harus terhambat persoalan penguasaan bahasa Inggris.

Padahal seperti diketahui, bahasa Inggris adalah bahasa universal untuk pengkodean, yang mana merupakan salah satu modal penting dalam memulai startup. Namun masih banyak orang Indonesia yang belum menguasai bahasa Inggris.

"Bahasa Inggris adalah bahasa universal untuk pengkodean, tetapi hal tersebut masih sulit bagi orang Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris," jelas Co-Founder and Developer Belajar Coding Nicholas Rahardja dalam keterangan tertulis, Senin (29/10/2018).

Nicholas menyebut dalam perkembangan startup, Indonesia kekurangan developer lokal yang berkualitas. Untuk mengisi kekurangan talenta tersebut, banyak startup yang kemudian lebih memilih untuk merekrut pekerja asing.


Adapun lulusan teknik informatika di Indonesia sangat banyak tiap tahunnya namun belum tentu semuanya langsung dapat kerja atau mudah dapat kerja. Kendalanya ada pada penggunaan bahasa Inggris.

Hal inilah yang mendorong Belajar Coding untuk memberikan pelatihan dan pendidikan teknik informasi terutama dalam masalah pengkodean atau programming dengan bahasa Indonesia.

Nicholas menggambarkan bahwa untuk kode sederhana seperti 'print', orang perlu tahu apa artinya cetak dalam bahasa Inggris. Seorang pembicara non-Inggris harus mencoba belajar bahasa Inggris sambil menerapkan logika untuk menulis kode.

Menurutnya akan sangat sulit untuk berkembang jika ketika belajar pengkodean harus selalu berhenti dan belajar bahasa Inggris lebih dahulu, apalagi kata-kata itu akan benar-benar di luar konteks sehingga sangat menyulitkan untuk belajar pengkodean apalagi untuk orang yang tidak dapat berbahasa Inggris sama sekali.

"Belajar Coding hadir untuk melayani. Yang harus mereka lakukan adalah masuk ke situs web dan mulai belajar Java dan Python langsung di tempat. Semakin banyak latihan yang mereka lakukan semakin banyak medali yang mereka dapatkan. Kami menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk mencari tahu apa yang akan memotivasi mereka untuk terus belajar," ungkapnya.


Sementara itu Co-Founder Belajar Coding lainnya Marco Widodo mengatakan bahwa apa yang dilakukannya lewat Belajar Coding adalah bentuk kontribusi kepada Indonesia.

"Sulit untuk memikirkan di mana untuk mulai menyelesaikan masalah kemiskinan dan kurangnya pendidikan, tetapi sekarang saya pergi tidur di malam hari mengetahui bahwa ada seseorang di pulau terpencil yang masuk ke situs web kami dan belajar bagaimana kode dalam bahasa Indonesia," ungkap Marco.

Dirinya menjelaskan hanya 23 juta dari 240 juta orang di Indonesia yang berbicara bahasa Inggris, kurang dari 10 persen. Ini berarti 90 persen dari populasi mungkin kehilangan belajar cara kode.

Langkah yang akan diambil selanjutnya oleh Belajar Coding adalah menjangkau 8 juta audiens siswa melalui platform pengajaran online, kemudian bergabung dengan organisasi yang diakui oleh UNICEF yang berfokus pada pengembangan pemuda. (idr/rns)