Jumat, 26 Okt 2018 14:04 WIB

Dituding Pelecehan Seks, Ini Pembelaan Bapak Android

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Andy Rubin. Foto: Brian Ach/Getty Images for Wired Andy Rubin. Foto: Brian Ach/Getty Images for Wired
Jakarta - Bapak Android Andy Rubin tak tinggal diam dengan tudingan kasus pelecehan seksual dan perlindungan yang diberikan Google padanya.

Rubin menyebut laporan New York Times ini banyak yang tak akurat dan banyak hal yang terlalu dibesar-besarkan. Pernyataan Rubin ini ia ungkapkan melalui akun Twitter @Arubin.


"Secara spesifik, saya tak pernah memaksa seorang perempuan untuk berhubungan seksual di kamar hotel. Tuduhan tak benar ini bagian dari kampanye untuk merusak saya selama masa penyelesaian perceraian saya dan perebutan hak asuh," tulis Rubin di Twitternya itu.

Sementara juru bicara Rubin Sam Singer, dalam pernyataannya ke New York Times menepis semua tudingan pelecehannya selama di Google, dan menyebut Rubin meninggalkan Google atas keinginannya sendiri.

"Laporan The New York Times mempunyai sejumlah ketidakakuratan mengenai masa kerja saya di Google dan informasi yang dilebih-lebihkan mengenai kompensasi saya," tulis Rubin dalam pernyataannya.


Seperti sebelumnya diberitakan, ada hal mengejutkan yang muncul dari skandal pelecehan seksual Rubin yang membuatnya terpaksa mengundurkan diri dari Google.

Ketika Andy Rubin meninggalkan Google pada Oktober 2014, ia dielu-elukan layaknya sebuah pahlawan, sebagai pencipta Android. Bahkan, Larry Page, bos besar Google saat itu mengeluarkan pernyataan publik yang memuji Rubin.

"Dengan Android, Ia menciptakan sesuatu yang sangat luar biasa -- dengan miliaran pengguna yang bahagia," ujar Page saat itu.

Namun ada hal yang diungkap Google ke publik saat itu, yaitu adanya seorang karyawan perempuan Google yang menuduh Rubin melakukan pelecehan seksual kepadanya. Si karyawan itu menyebut Rubin memaksanya untuk melakukan tindakan tak senonoh ke di sebuah kamar hotel pada 2013.

Hal ini diungkap oleh dua orang eksekutif Google yang mengaku mengetahui masalah ini. Selanjutnya, Google pun menginvestigasi tudingan ini dan hasilnya menyebutkan kalau laporan tersebut kredibel, dan Page langsung meminta Rubin untuk mengundurkan diri dari Google.

Google sebenarnya bisa saja memecat Rubin dan tak memberikan pesangon apa pun untuknya. Namun Google malah memberikan pesangon sebesar USD 90 juta yang dibayarkan secara bertahap, yaitu USD 2 juta setiap bulannya selama empat tahun. Pembayaran pesangon yang terakhir akan dilakukan pada November 2018 mendatang.




Tonton juga 'Google Jadi Perusahaan Terbaik Versi Majalah Forbes':

[Gambas:Video 20detik]

(asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed