Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
AWS: Produktivitas Perusahaan Indonesia Naik 68% Berkat AI

AWS: Produktivitas Perusahaan Indonesia Naik 68% Berkat AI


Virgina Maulita Putri - detikInet

Amazon Web Services (AWS)
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta -

Amazon Web Services (AWS) mengungkap tren adopsi AI terbaru di Indonesia. Mereka menemukan jumlah perusahaan di Indonesia yang mengadopsi AI terus naik tiap tahunnya.

Berdasarkan laporan 'Unlocking Indonesia's AI Potential' yang dirilis AWS bersama Strand Partners, 5,9 juta perusahaan di Indonesia sudah mengadopsi AI pada tahun 2024. Setahun kemudian, jumlah tersebut naik 47%.

"Dan yang lebih membanggakan lagi adalah bahwa dari perusahaan-perusahaan tersebut juga melihat real business impact yang bisa di-derive," kata Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada 59% yang melihat revenue growth karena AI. Ada sekitar 68% yang melihat improvement di productivity karena AI," sambungnya.

Anthony mencontohkan Telkomsel yang membuat aplikasi AI generatif untuk analisis insiden. Berkat alat tersebut, Telkomsel diklaim dapat menemukan bug dan memperbaikinya 83% lebih cepat.

ADVERTISEMENT
Amazon Web Services (AWS)Anthony Amni, Country Manager Amazon Web Services (AWS) Indonesia Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Dalam kesempatan yang sama, Joel Garcia selaku ASEAN Technology for Strategic Initiatives AWS mengatakan saat ini tren AI untuk bisnis sedang mengarah ke AI agentik yang memungkinkan AI bekerja secara otonom di bawah pengawasan manusia.

Menyambut tahun 2026, AWS sudah menyiapkan solusi Frontier Agents untuk mendukung perusahaan yang ingin mengadopsi AI agentik. Salah satu komponennya adalah Kiro Autonomous Agent yang dapat mempercepat pengembangan software.

"Jadi cara kerjanya, jika developer sedang mengembangkan sesuatu, Kiro Autonomous Agent secara efektif menjadi tim. Alat ini dapat menyelesaikan tugas yang rumit, contohnya, training bug atau bahkan meningkatkan kode," jelas Garcia.

Frontier Agents yang ditawarkan AWS juga mencakup Security Agent yang dapat memberikan rekomendasi keamanan dan DevOps Agent yang bekerja terus tanpa henti untuk mendeteksi insiden, mengidentifikasi akar masalah, dan menyelesaikannya dengan cepat.

"Jadi DevOps Agent akan mengidentifikasi (akar masalah) terlebih dulu sehingga engineer DevOps akan tahu harus fokus di mana untuk menyelesaikan masalah tersebut," pungkas Garcia.




(vmp/vmp)




Hide Ads