Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft Nyusul IGOS ke ASEAN?

Microsoft Nyusul IGOS ke ASEAN?


- detikInet

Jakarta - Masih hangat berita kesepakatan pengadopsian IGOS di tingkat ASEAN, PT Microsoft Indonesia mengumumkan kerjasamanya dengan Yayasan ASEAN. Meski sama-sama ingin perangi kesenjangan digital, pihak Microsoft pun menyebut kedua hal itu hanya kebetulan belaka dan tidak ada hubungannya.Dengan kerjasama itu, Microsoft mengatakan akan menyelenggarakan serangkaian program pelatihan Training of Trainer (ToT). Oleh Microsoft, program itu diklaim akan mendukung pengembangan pusat informasi berbasis masyarakat atau Community Training Learning Centre (CTLC) dan juga akan mendukung program Unlimited Potential (UP). Pada pelaksanaannya, Yayasan ASEAN yang akan bertanggungjawab menjalankan program tersebut melalui sub bagiannya yakni ICT4D ASEAN Collaboratory. Microsoft juga mengatakan akan mendonasi lisensi software dan mendukung fasilitas pelatihan.Meski program tersebut sekilas mirip dengan program Indonesia Goes Open Source (IGOS), Presiden Director PT Microsoft Indonesia Tony Chen membantah kalau disebut mengekor."Tidak sama sekali. Bahkan kami sudah menyiapkan hal ini jauh-jauh hari sebelum acara IGOS to ASEAN," ujarnya kepada wartawan di Kantor ASEAN Foundation yang bertempat di Jl Sam Ratulangi Jakarta, Jumat (19/8/2005). "Bahkan program yang kami buat juga turut mendukung program OSOL (One School One Lab-red) pemerintah," tambahnya.Pernyataan Tony juga dibenarkan oleh Executive Director ASEAN Foundation Apichai Sunchindah. "Program ini semacam pilot test dan kita pilih Microsoft karena dia major player di bidang ICT dan punya jaringan besar. Lagipula yayasan kami kan mencakup ASEAN," ujar Sunchindah. "Kalau program ini sukses di sini, kita bisa implementasikan di wilayah lain ASEAN," tambahnya.Microsoft mengatakan program seperti ini sudah berjalan sejak tahun 2003. Microsoft bersama dengan beberapa organisasi nirlaba seperti Yayasan Mitra Mandiri, Koalisi Perempuan Indonesia, The Asia Foundation, Yayasan Pakta, Yayasan Mitra Netra telah mengembangkan 21 CTLC yang berlokasi di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Dalam waktu dekat Microsoft juga akan membuka 7 CTLC untuk komunitas petani bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB). Seluruh organisasi tersebut kecuali CTLC dibawah koordinasi Yayasan Mitra Netra akan mengirimkan 2-3 pelatihnya ke ASEAN Foundation dan setiap pelatih akan menjalankan 2 kali pelatihan selama setahun. Setiap pelatihan meliputi 4 modul yang memakan waktu 5 hari kerja. Setelah menyelesaikan pelatihan, para pelatih diharapkan dapat memberikan pelatihan kepada 5-10 orang kader yang kelak akan menjadi pelatih lokal di daerah mereka masing-masing."Pe-er (pekerjaan rumah-red) kita masih besar sekali. Untuk itu Microsoft berinisiatif take leadership untuk ajak mitra dan kustomer kami seperti Unocal, Caltex dan Sampoerna untuk ikut berpartisipasi sesuai dengan program WSIS yang ingin mengurangi kesenjangan digital," ujar Tony Chen.Untuk diketahui saja, pelatihan itu terdiri dari 8 modul seperti computer fundamentals, word processing, spreadsheet, presentation, web design, digital media, dan internet world wide web. Pada akhir program, diperkirakan akan ada 530 orang yang siap menjadi pelatih. Untuk program ini, Microsoft mengeluarkan sebagian dananya dari total dana US$ 95 juta. Dana itu juga untuk pengimplementasikan 350 program di 98 negara. (rou/)






Hide Ads