Selasa, 09 Okt 2018 13:07 WIB

Kesan Mendalam Istri Bill Gates pada Indonesia

Fino Yurio Kristo - detikInet
Melinda Gates saat blusukan ke Yogyakarta. Foto: Instagram Melinda Gates saat blusukan ke Yogyakarta. Foto: Instagram
Jakarta - Melinda Gates yang mau datang ke Bali dalam pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Nusa Dua sudah pernah datang ke Indonesia. Dan tampaknya, kunjungannya kala itu memberikan kesan mendalam.

Tepatnya pada Maret 2017, Melinda menginjakkan kakinya di Indonesia, yaitu di kota Yogyakarta. Ia diketahui singgah juga ke Klaten. Melinda kala itu ingin mengamati langsung teknologi anti penyakit demam berdarah yang dikembangkan UGM serta penerapan program keluarga berencana.

Tampak dalam berbagai foto, istri salah satu orang terkaya dan paling tenar di dunia ini santai blusukan ke kampung-kampung dengan pakaian sederhana dan tanpa pengawalan apapun. Siapapun yang jumpa dan tak mengenalnya mungkin tak mengira Melinda adalah nyonya Bill Gates.




Sepulangnya dari Indonesia, Melinda menulis kolom di media kenamaan Amerika Serikat, USA Today. Melinda memuji Indonesia atas kesuksesan penerapan KB. Ia membahas dulu banyak sekali keluarga di Indonesia tak menerapkan KB dan bisa memiliki 5 sampai 6 orang anak. Sehingga banyak yang hidup miskin.

"Kemudian, dengan dukungan negara donor seperti AS, Indonesia megimplementasikan program KB yang sangat sukses. Hanya dalam satu generasi, akses pada kontrasepsi melonjak 50%. Kebanyakan wanita memutuskan untuk memiliki hanya dua atau tiga anak," tulisnya.

Kesan Mendalam Istri Bill Gates Pada IndonesiaMelinda Gates dan Ati Pujiastuti. Foto: Instagram


Di kolom lainnya, dia menulis tentang sosok bidan bernama Ati Pujiastuti yang ia kagumi. "Sebagai seorang bidan di pedesaan bergunung di Indonesia, perjalanan Ati Pujiastuti ke tempat kerjanya seringkali mengerikan, terutama di musim hujan. Pernah dia terpeleset di dekat jurang. Atau jatuh dari motornya di jalanan tak beraspal," tulis Melinda.

Tak dijelaskan di desa mana Ati mengabdi, tapi tampaknya cukup terpencil. "Ketika pertama tiba di situ, ada wabah malaria, tidak ada perawatan kesehatan dan mereka tak percaya dengan orang luar. Tapi ketika dia meninggalkan desa itu bertahun kemudian, dia memenangkan hati warga di sana. Dia menangis ketika menceritakan perpisahan dari desa itu," lanjut Melinda.



Melinda pun mengagumi sosok Ati, yang rela mengabdi di pedesaan semacam itu. Sehingga kesehatan warganya bisa lebih baik.

"Dunia ini menjadi lebih sehat dan salah satu faktor utamanya adalah ribuan pekerja kesehatan di garis depan yang meyakini bahwa tidak ada tempat di bumi ini yang terlalu miskin, terlalu terpencil atau terlalu berbahaya untuk diberi layanan kesehatan berkualitas," papar Melinda.




Tonton juga 'Melinda Gates Gagal Move On dari Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed