Senin, 01 Okt 2018 17:02 WIB

Mengenal Sosok Wanita yang Disegani Elon Musk

Rachmatunnisa - detikInet
President dan COO Space X Gwynne Shotwell. Foto: Wall Street Journal President dan COO Space X Gwynne Shotwell. Foto: Wall Street Journal
Jakarta - Kekacauan di Tesla akibat perilaku Elon Musk mungkin tidak akan terjadi jika ada sosok seperti President dan COO Space X Gwynne Shotwell. Dia satu-satunya orang yang mau didengar Musk.

Shotwell adalah salah satu di antara puluhan karyawan pertama Space X yang mulai beroperasi pada 2002. Menjadi President Space X pada 2008, Shotwell menjadi kunci operasional dan banyak berurusan dengan hukum dan pemerintahan.

Profil Shotwell menanjak karena kesuksesannya satu dekade lalu, saat Space X pertama kalinya menandatangani kontrak utama dengan NASA untuk meluncurkan muatan ke orbit.



Wanita berambut pirang ini adalah peredam pribadi Musk yang kontroversial. Berbeda dengan di Tesla, di Space X, Musk bisa fokus pada detail teknis yang menjadi keahliannya, karena dia memiliki Shotwell, yang memahami perilakunya dan sangat diandalkan mengelola strategi bisnis dan operasional perusahaan.

Salah satu pelangggan Space X, Antonio Abad Martin, Operations Chief operator satelit asal Spanyol Hispasat Group, menyebutkan bahwa Shotwell sejak awal mengatakan bahwa siapa pun harus berurusan dengannya, karena dia tahu bagaimana berhadapan dengan Musk.

"Saya sangat jarang berhadapan dengan Musk, karena Shotwell yang menjalankan perusahaan," ujarnya.

Mengenal Sosok Wanita yang Disegani Elon Musk Elon Musk sangat mempercayai Shotwell. Foto: Reuters


Siap Pasang Badan

Sejumlah orang di industri teknologi luar angkasa memuji kepemimpinan Shotwell. Ibu dua anak ini bisa menjalankan perannnya sebagai mediator sekaligus pelindung bagi Musk yang dikenal ambisius dan kerap mengambil langkah yang tak terduga.

Para senior di industri ini juga mengagumi upaya Shotwell yang berhasil membujuk bosnya agar menahan diri menyerang pembuat kebijakan dengan mengkritik keras roket luar angkasa yang diusulkan NASA.

"Shotwell bekerja keras membuat Musk tidak terlalu negatif secara publik, dan meminimalkan 'musuh' saat berhadapan dengan para pembuat kebijakan," kata Lori Garver, mantan pejabat senior NASA yang cukup kenal dekat dengan Shotwell.

Musk memperlihatkan kepercayaan penuh pada Shotwell. Terbukti, selain dirinya, hanya Shotwell yang diizinkan mengeluarkan pernyataan resmi. Shotwell pula yang selalu mendampinginya saat peluncuran roket.

Sebaliknya, Shotwell pun setia pada Musk. Para pengamat di industri ini mengatakan, Shotwell tak pernah mengkritik Musk. Dia bahkan tak pernah mengejek kepribadian Musk yang aneh bagi sebagian orang, seperti yang dilakukan para manager Space X di belakangnya.

Wanita yang suaminya bekerja di laboratorium NASA ini selalu pasang badan melindungi bosnya.



"Saya senang bekerja pada Musk. Dia adalah atasan yang hebat. Dia lucu sekaligus adil dan dikenal sebagai pemimpin yang menginspirasi," kata Shotwell dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

Meski demikian, Shotwell tak segan memberi peringatan keras pada proyek-proyek ambisius Musk. Misalnya, dia mengingatkan bahwa rencana Space X membangun dan mengoperasikan konstelasi satelit komunikasi milik perusahaan sendiri hanya bisa dilakukan jika isu teknis dan bisnis utama bisa diselesaikan.

Baru-baru ini, dia mempertanyakan proyeksi internal perusahaan tahun lalu yang menyebutkan pendapatan satelit akan mendorong pertumbuhan Space X dalam beberapa dekade ke depan. (rns/krs)