Kamis, 20 Sep 2018 12:50 WIB

Jack Ma Batalkan Janjinya Pada Donald Trump

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jack Ma. Foto: Rachmatunnisa/detikcom Jack Ma. Foto: Rachmatunnisa/detikcom
Jakarta - Pendiri Alibaba, Jack Ma mengumumkan bahwa perusahaannya tidak lagi berencana untuk membuat satu juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat. Keputusan ini dibuat karena memburuknya hubungan antara China dan AS yang disebabkan oleh perang dagang yang terus berlanjut.

Ma pertama kali membuat janjinya pada Januari 2017 saat ia bertemu Donald Trump yang saat itu belum dilantik sebagai Presiden.

Dalam wawancara dengan Xinhua, Ma mengatakan bahwa saat itu ia membuat janjinya berdasarkan kerja sama bersahabat antara China dan AS serta pertumbuhan perdagangan antara kedua negara.



"Premis tersebut tidak lagi eksis saat ini, sehingga kami tidak bisa memenuhi janji kami," kata Ma seperti dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (20/9/2018).

"Namun kami terus akan bekerja keras untuk mempromosikan perkembangan perdagangan yang sehat antara China-AS," tambahnya.

Ma juga menambahkan bahwa perdagangan tidak seharusnya digunakan sebagai senjata untuk perang.

"Perdagangan bukanlah senjata dan tidak bisa digunakan untuk perang. Perdagangan harus menjadi pendorong perdamaian," imbuhnya.



Pengumuman ini dibuat Ma hanya sehari setelah ia mengatakan bahwa perang dagang antara China dan AS akan berlangsung selama 20 tahun.

"Hal itu akan bertahan lama, akan menjadi kekacauan. Tidak hanya berlangsung 20 bulan atau 20 hari, mungkin 20 tahun," kata dia yang dikutip detikINET dari Alibaba. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed