Kamis, 30 Agu 2018 17:42 WIB

Kata Ketua idEA Soal Skandal Flash Sale Tokopedia

Rachmatunnisa - detikInet
Kantor Tokopedia. Foto: Tokopedia Kantor Tokopedia. Foto: Tokopedia
Jakarta - Menyusul kasus Flash Sale yang menimpa Tokopedia beberapa waktu lalu, muncul beragam tanggapan, antara lain datang dari Indonesian e-Commerce Association (idEA).

Seperti diketahui, Tokopedia resmi memutuskan hubungan kerja dengan beberapa pegawai yang terlibat fraud atau penipuan internal.

Berdasarkan hasil audit internal rutin, para pegawai ini terbukti melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia.



Ketua Umum idEA Ignatius Untung menyebutkan, internal fraud merupakan risiko tak terhindarkan bagi perusahaan manapun. Kecurangan oleh oknum internal yang tidak bertanggung jawab, lumrah terjadi dari waktu ke waktu, baik di bisnis online maupun offline, bahkan di industri-industri yang regulasinya ketat.

"Untuk kasus Tokopedia, analoginya ada toko offline sedang menggelar program diskon. Dari satu juta produk yang didiskon, 49 buah dibeli oleh orang dalam dengan cara yang tidak benar. Nah, perusahaan tersebut lalu mengambil tindakan tegas," papar Untung melalui keterangan resminya, Kamis (30/8/2018).

Untung mengakui bahwa sikap perusahaan terhadap internal fraud memang berbeda-beda. Banyak juga yang mungkin memilih diam. Dalam hal ini, Untung melihat tindakan tegas Tokopedia sangat bagus.

"Pastinya ini pilihan yang sulit, apalagi sebenarnya dari jumlah barangnya kecil sekali. Tokopedia bisa saja memilih diam supaya tidak menimbulkan pemberitaan. Ini justru membuktikan komitmen mereka melindungi kepentingan konsumen, sekaligus menjaga kepercayaan dari masyarakat," ujarnya.



Ini bukan pertama kalinya kasus fraud di startup menarik perhatian publik. Sebelumnya, masyarakat sempat heboh dengan pemberitaan mengenai Grab yang melaporkan karyawan yang melakukan internal fraud Rp 1 miliar, penangkapan order fiktif driver Go-Jek, atau kasus pesanan iPhone di Lazada yang ditukar dengan sabun.

"Lewat teknologi, justru masalah-masalah tersebut bisa lebih mudah terungkap dan dikelola dengan baik. Yang juga penting, harusnya kejadian ini memberikan efek jera bagi oknum tidak bertanggung jawab, bukan malah perusahaan yang terkait. Jangan sampai ketika nanti ada kejadian serupa, pelaku startup jadi malah enggan melaporkan," tutupnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed