Kamis, 30 Agu 2018 10:57 WIB

Kasus Flash Sale Tokopedia, Konsumen Perlu Paham Teknisnya

Rachmatunnisa - detikInet
Aplikasi Tokopedia. Foto: detikINET/Irna Prihandini Aplikasi Tokopedia. Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Fenomena flash sale belakangan ini mengundang tingginya partisipasi publik lantaran harga beragam produk lebih murah yang ditawarkan beberapa pelaku e-commerce di Indonesia.

Di sisi lain, banyak konsumen yang kecewa karena tidak berhasil mendapatkan produk flash sale. Curhatan di media sosial pun menjadi perbincangan hangat.

"Edukasi publik itu perlu. Konsumen harus paham teknis ketika e-commerce menyelenggarakan flash sale sehingga mereka tidak terlalu kecewa ketika tidak beruntung mendapat produk yang diinginkan. Apalagi jumlah pengunjung sebuah flash sale pastinya tidak sedikit," kata Ketua Umum idEA (Indonesian e-Commerce Association) Ignatius Untung.



Untung menganalogikan flash sale yang dilakukan e-commerce layaknya sebuah program clearance sale yang dilakukan oleh toko-toko offline.

"Sebetulnya ketika konsumen tidak beruntung (mendapat produk) dalam flash sale, bukan berarti mereka sedang ditipu oleh e-commerce, tetapi bisa jadi kalah cepat karena pada saat itu juga terdapat jutaan bahkan puluhan juta konsumen lain yang memperebutkan barang yang sama," paparnya.

"Jika di toko offline masyarakat sering menemukan adanya clearance sale, flash sale tidak berbeda dengan itu. Barangnya terbatas, sementara yang mau (membeli) banyak," sambungnya.

Dia memberikan analogi, ada sebuah toko offline yang menyelenggarakan clearance sale dengan jumlah produk 30 buah. Ketika toko dibuka, ternyata ada 150 orang yang hadir bersamaan memperebutkan 30 produk yang dijual.

Pada akhirnya hanya akan ada 30 orang yang mendapatkan produk. Untuk 120 orang yang tidak beruntung mendapatkan produknya, bukan berarti menjadi kesalahan dari toko tersebut.

Untung menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap kasus tersebut. Dia menekankan hal ini karena melihat beberapa pemberitaan menghubungkan penipuan di internal Tokopedia sebagai penyebab tidak berhasilnya sebagian masyarakat untuk mendapatkan produk di flash sale.

"Padahal, kasus tersebut hanya melibatkan 49 produk dari jutaan produk lainnya yang berhasil dibeli oleh konsumen. Inilah mengapa edukasi konsumen itu penting supaya masyarakat kita tidak serta merta merasa ditipu," terangnya.

Berita terkait flash sale yang sedang ramai dibicarakan datang dari Tokopedia. Perusahaan e-commerce ini mengakhiri hubungan kerja dengan pegawai yang melakukan pelanggaran transaksi terhadap 49 produk di flash sale.

Lewat akun instagramnya, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengungkapkan kekecewaannya terkait masalah ini.

"Rasanya sangat terpukul dan kecewa ketika mendapati ada beberapa anggota team yang melakukan pelanggaran sebanyak total 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia," ujarnya.

Dikatakannya, pelanggaran yang dilakukan memang kecil jika dibandingkan dengan puluhan juta produk yang terjual setiap bulannya. Namun bagi Tokopedia, ini bukan persoalan seberapa kecil pelanggarannya, melainkan kegagalan integritas dalam menjaga kepercayaan yang diberikan kepada Tokopedia.



"Maka tanggal 24 Agustus kemarin, Tokopedia telah dengan tegas memberhentikan seluruh anggota team yang terbukti terlibat dalam pelanggaran ini," sebutnya.

atau curiga ada permainan 'orang dalam' ketika tidak mendapatkan produk di flash sale," tutup Untung


Saksikan juga video 'Begini Strategi JD.ID Tangani Traffic Flash Sale Ramadan':

[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed