Sabtu, 18 Agu 2018 08:14 WIB

Heboh Elon Musk Menangis, Wajar Atau Tidak?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Elon Musk. Foto: Getty Images Elon Musk. Foto: Getty Images
Jakarta - Dalam wawancara terbaru dengan New York Times, Elon Musk curhat dan menangis karena merasa tidak sanggup lagi memimpin perusahaan meski telah bekerja keras. Meski mengejutkan, tingkah CEO Tesla dan SpaceX itu dianggap wajar saja.

"Saya pikir apa yang dilakukan oleh Elon Musk menggambarkan isu yang dirasakan oleh banyak pemimpin," kata Lowinn Kibbey, pakar kepemimpinan dari Johnson & Johnson Human Performance Institute yang dikutip detikINET dari CNBC.

Harga saham Tesla anjlok sampai 8,9% karena wawancara Musk tersebut. Ia menyatakan harus memakai obat penenang agar bisa tidur, bekerja terlalu keras dan bahkan tidak keberatan jika ada orang yang lebih baik ingin menggantikan posisinya.



Lowinn menyatakan pekerjaan sebagai CEO memang berat dan sekarang bertambah rumit dengan adanya media sosial.

"Peran CEO sangat tampak. Ada stres besar di situ. Dan sekitar 5 tahun ini, stres itu bertambah besar karena mereka benar-benar terekspos media sosial serta ada tekanan aktivitis pemegang saham," papar dia.

"Dengan ekspos itu, malah terjadi isolasi yang luar biasa. Sangat sulit membagikan soal apa yang sedang terjadi dalam cara di mana Anda merasa orang bisa memiliki simpati dan bahwa Anda bisa mempercayai mereka," lanjut dia.



Apalagi sebagai CEO perusahaan besar, Musk selalu dituntut memberikan hasil yang baik. Kerentanan emosi Musk pun bisa menjadi risiko meski Lowinn tidak merasa perlu sang CEO sampai harus lengser. Malah ia memuji keberanian Musk yang mau terbuka akan masalahnya.

"Jika seorang pemimpin tidak terlihat sehat secara fisik, jika ketangguhan mental dan emosionalnya tidak ada, kepemimimpinan berkarakter tidak ada, maka muncullah risiko. Namun masalah ini adalah umum dan apa yang dilakukan Elon adalah keberanian untuk berbicara tentang tekanan dari posisinya," pungkas Lowinn. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed