Kamis, 09 Agu 2018 21:25 WIB

Marketplace Indonesia Isinya 90% Barang Impor

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: via Business Insider Foto: via Business Insider
Jakarta - Beberapa marketplace di Indonesia tengah berada di puncak popularitasnya saat ini. Sayangnya, barang jualan di dalamnya masih mayoritas merupakan produk impor.

Hal itu diungkapkan langsun oleh Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di sela-sela acara #GoogleUntukUKM di Pasar Mayestik, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

"Semua barang di marketplace itu, bukan e-commerce, 90%nya adalah barang impor. Nah, ini kewajiban pemerintah untuk menurunkan supaya produk teman-teman (UKM) ini ada di pasar. Ini cepat terealisasi kalau terus bergandangantangan," tuturnya.



Contoh marketplace yang dimaksud Gati ini seperti Tokopedia, Bukalapak, Blibli, hingga Lazada Indonesia.

"Itu barang jadi, barang jual kan ya barang jadi. Sekitar 90%, bahkan lebih dari 90% itu barang impor. Misalnya, baju itu barang impor, kenapa? karena lebih murah karena biaya produksi di sana lebih murah, bukan soal tenaga kerjanya, tetapi biaya produksinya," ungkap Gati.

"Biaya produksi kita masih mahal karena bahan bakunya masih impor. Nah, ini pemerintah harus investasi di situ," kata Gati menambahkan.



Kendati begitu, pemerintah tak lantas mengatur mengenai batasan jumlah barang impor yang tersebar di berbagai marketplace Indonesia ini. Menurutnya, pemerintah harus lebih mempersiapkan persedian barang dalam negeri.

"Nggak ada, ngapain diatur-atur, dilepas saja, tapi pemerintah fasilitasi. Pemerintah jangan bikin susah orang atur-atur, bikin semua happy," pungkasnya. (agt/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed