Minggu, 05 Agu 2018 18:03 WIB

Terseret Viral Momo Challenge, Ini Kata WhatsApp

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi WhatsApp. Foto: BBC Magazine Ilustrasi WhatsApp. Foto: BBC Magazine
Jakarta - Setelah Kiki Challenge, kini dunia maya diramaikan dengan kemunculan Momo Challenge. Jika tantangan yang disebut pertama menjadi bahan perbincangan karena bersifat menghibur, lain halnya dengan nama terakhir.

Momo Challenge dilaporkan memiliki keterkaitan dengan meninggalnya seorang anak berusia 12 tahun di Buenos Aires, Argentina. Hal tersebut disebabkan ditemukannya komunikasi antara si bocah dengan sosok yang disebut Momo dalam WhatsApp.

Ya, sosok yang digambarkan sebagai seorang wanita yang menyeramkan dengan mata melotot itu memang dikabarkan beredar di salah satu platform berbagi pesan instan terbesar di dunia tersebut. Walau begitu, 'permainan' ini disebut berawal dari Facebook yang para anggotanya ditantang berkomunikasi dengan sebuah nomor tak dikenal.


Lantas, bagaimana tanggapan WhatsApp melihat aplikasinya digunakan sebagai media penyebaran sosok menyeramkan? Ini kata anak perusahaan Facebook tersebut.

"WhatsApp sangat peduli terkait keamanan para user. Mudah untuk memblok nomor ponsel manapun lewat WhatsApp, dan kami mengajak user untuk melaporkan pesan yang menimbulkan masalah seperti ini kepada kami agar bisa ditindak lanjuti," ujar juru bicara WhatsApp, sebagaimana detikINET kutip dari Fox News, Minggu (5/8/2018).

Sebagaimana disebutkan di atas, 'permainan' ini menantang para pesertanya untuk berkomunikasi dengan Momo melalui WhatsApp. Dari hasil penelusuran, nomor yang digunakan Momo berasal dari Jepang, Kolombia, dan Meksiko.

Setelahnya, mereka akan mendapatkan serangkaian tantangan dalam beberapa hari hingga akhirnya diharuskan bunuh diri pada hari terakhir. Sebelumnya, ada tantangan serupa bernama Blue Whale Challenge yang menyebabkan 130 korban tewas di Rusia.


Menariknya, bisa jadi karena basis penggunanya yang memang luas, WhatsApp malah dipilih untuk menyebarkan hal-hal negatif dan meresahkan.

Belum lama ini, di India, beredar kabar hoax yang di platform itu dan menyebabkan tewasnya warga. Salah satunya, seorang pria berusia 27 tahun tewas dihakimi massa karena tuduhan tak berdasar sebagai penculik anak. (mon/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed