Kamis, 26 Jul 2018 11:19 WIB

Kata Go-Jek Soal Titik Jemput Ojol Mau Diatur Anies

Adi Fida Rahman - detikInet
Driver Go-Jek. Foto: ist. Driver Go-Jek. Foto: ist.
Jakarta - Menghindari kemacetan, Gubernur Anies Baswedan ingin mengatur titik penjemputan ojek online (ojol). Menanggapi itu, pihak Go-Jek siap patuh.

Demikian disampaikan VP Corporate Communications Go-Jek Michael Say saat dihubungi detikINET, Kamis (26/7/2018). Dia mengatakan Go-Jek terus berkomitmen untuk mendorong para mitra pengemudi dalam mematuhi peraturan lalu lintas serta menjaga kenyamanan para pelanggan dalam menggunakan setiap layanan mereka.

"Go-Jek pun terus berkomunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta dalam mencari solusi bersama terkait ketertiban berlalu lintas," ujarnya.


Upaya Go-Jek Ciptakan Penghasilan Tambahan Bagi Mitra Pengemudi, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]



Diungkap Michael, saat ini Go-Jek sudah memiliki beberapa shelter di ibukota untuk kenyamanan penjemputan pelanggan. Lokasinya berada di Senayan City, Plaza Indonesia, Pacific Place, dan lainnya.

Diberitakan sebelumnya Gubernur DKI Jakarta akan menertibkan ojek online (ojol) yang mangkal di sembarang tempat. Anies tak ingin jalan-jalan protokol macet karena ojol yang dinilai tidak tertib.

"(Ojol) Kita tertibkan, nanti kita tertibkan semuanya. Sekarang sudah lihat di sepanjang Merdeka Selatan dulu orang ngetem, jemput. Anda lihat selalu kita tertibkan, nanti semua kita tertibkan," kata Anies

Anies mengimbau para pengendara ojol bisa menunggu penumpang di jalan-jalan protokol dengan tertib. Menurutnya, jumlah ojol yang semakin bertambah membuat masalah kemacetan semakin sulit diatasi.



"Saya mengimbau juga kepada pengelola ojek online, bantu warga DKI agar tidak dimacetkan oleh para pengemudinya. Karena mereka secara pribadi satu satu menjemput, tapi karena jumlahnya banyak malah menimbulkan masalah," tutur Anies.

Anies pun berencana memanggil pihak aplikasi ride sharing untuk membahas mengenai titik penjemputan ojol.

"Yang akan dibicarakan dengan pengelola ojek online adalah penentuan titik-titik spot di mana tidak bisa dilakukan penurunan atau penjemputan penumpang. Baru mau dipanggil hari-hari ini. Nanti Pak Kadishub panggil, tadi barusan koordinasi. Paling hari Rabu baru kita panggil. Sesudah itu bisa langsung eksekusi," katanya. (afr/rou)