Rabu, 25 Jul 2018 22:29 WIB

Cerita Pendiri Cashlez Saat Ikut Nexticorn 2018

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - The Next Indonesia Unicorn Summit (Nexticorn) adalah gelaran yang memperkenalkan startup lokal dengan berbagai investor, baik lokal maupun internasional.

Adanya gelaran ini tentu sangat membantu perkembangan startup lokal yang ingin menjadi unicorn selanjutnya. Salah satu startup Indonesia yang merasakan manfaat besar Nexticorn adalah Cashlez.

Menurut pendiri Cashlez, Teddy Setiawan Tee, menjadi salah satu dari 70 startup yang diundang ke Nexticorn yang berlangsung di Bali pada Mei 2018 merupakan sesuatu yang istimewa.



"Datang ke event seperti ini privilege ya. Bisa dikenalkan dengan beberapa investor yang mungkin kalau kita reach out sendiri akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga," kata Teddy kepada wartawan di Multivision Tower, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018).

Teddy juga mengatakan, dukungan yang ia terima saat menghadiri Nexticorn sangat membantu pendekatannya dengan investor.

"Salah satu bentuk nyata yang diberikan Nexticorn adalah dia bantu kita untuk membuat profile, seperti Information Memo," ujarnya.

Information Memo (IM) ini berisi informasi singkat tentang startup, antara lain apa yang dilakukan, bagaimana daya tarik startup tersebut saat ini, siapa pendiri startup, bagaimana bisnis modelnya, target pasar, hingga progres yang sudah dicapai.

Cerita Pendiri Cashlez Saat Ikut Nexticorn 2018Pendiri Cashlez Teddy Setiawan Tee. Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET


Adanya IM memudahkan investor memilih startup mana yang menurut mereka berpotensi dan dapat diajak berkolaborasi.

Cashlez sendiri sebelumnya telah terlibat dengan program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mempertemukan startup dengan investor sebelum menghadiri Nexticorn. Mereka diundang untuk bertemu investor di Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Keterlibatan Kominfo menghubungkan startup dengan investor asing dinilai Teddy sangat membantu perkembangan startup-nya.



"Misalnya saya mau pergi sendiri ke Silicon Valley. I will need a lot of time and effort untuk menelepon semua. Kalau misalnya yang datang itu negara, Kominfo yang datang pak Menterinya sendiri, ini investor pasti pada datang," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap program ini akan berkembang lebih besar ke depannya.

"It's really helpful dan saya berharap program ini tidak akan berhenti disini. Program ini dapat berkembang ke skala yang lebih besar. Sehingga menurut saya, harus ada lebih banyak kolaborasi dari sisi regulator, sisi pemerintah," tutupnya. (rns/rns)