Rabu, 25 Jul 2018 18:27 WIB

Jack Ma Ternyata Enggan Rekrut Orang Pintar, Kenapa?

Annisa Shafira - detikInet
Jack Ma. Foto: Reuters Jack Ma. Foto: Reuters
Jakarta - Terkadang memang orang yang memiliki prestasi pendidikan yang tinggi, atau yang memiliki pengalaman kerja yang baik bukanlah orang yang tepat untuk mengemban sebuah pekerjaan. Setidaknya itu adalah pendapat Jack Ma, pendiri perusahaan e-commerce top dunia, Alibaba.

Hal ini terungkap melalui buku yang ditulis oleh Duncan Clark berjudul Alibaba: The House that Jack Ma Built. Dikutip detikINET dari Smart Company Rabu, (25/7/2018), Jack Ma mengungkapkan bahwa ia tidak tertarik pada kandidat karyawan Alibaba yang memiliki gelar bisnis, terutama di masa awal berdirinya Alibaba.

"Mempelajari bisnis itu tidak penting. Kebanyakan orang yang memiliki gelar MBA itu tidak berguna... kecuali setelah mereka lulus, mereka lupa akan apa yang telah mereka pelajari, baru mereka jadi berguna," papar pria berusia 54 tahun itu.



Ma lebih tertarik untuk merekrut orang yang memiliki kebijaksanaan dan etika kerja yang kuat. Daripada prestasi akademik, dia jauh lebih menghargai pengalaman hidup yang dimiliki oleh kandidat karyawannya.

"Karena yang diajarkan oleh sekolah-sekolah adalah ilmu pengetahuan, sedangkan menjalakan sebuah bisnis itu memerlukan kebijaksanaan, dan kebijaksanaan bisa didapatkan melalui pengalaman. Ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui kerja keras," lanjutnya.

Salah satu penemu Alibaba, Lucy Peng, yang juga merupakan manajer sumber daya manusia pertama di Alibaba, berkata dalam buku tersebut bahwa pegawai di Alibaba tidak memerlukan pengalaman kerja. Yang mereka perlukan adalah kesehatan yang baik, hati yang baik, dan pikiran yang baik.

Salah satu alasan lain Ma menghindari merekrut orang berprestasi tinggi adalah karena ia merasa bahwa orang-orang seperti itu akan cepat merasa frustrasi dengan budaya kerja di Alibaba.

Pada awal Alibaba berdiri, gaji yang diberikan rendah, jam kerja lama, dan para karyawan yang bekerja disana harus tinggal paling jauh 10 menit dari kantor Alibaba. Ma mengutarakan bahwa ia membuat kebijakan tersebut agar para karyawan "tidak membuang-buang waktu di perjalanan."

Didirikan pada tahun 1999, Alibaba mengikuti model-model perusahaan teknologi di Silicon Valley, Amerika Serikat. Jauh berbeda dari perusahaan-perusahaan di China pada umumnya. Para karyawan Alibaba ditawarkan pilihan untuk memiliki saham, dan fokus utama perusahaan ini adalah untuk memberikan servis yang berkualitas terhadap konsumen.



Pada saat itu, perusahaan-perusahaan teknologi sedang menjamur di Shanghai dan Beijing, karena itu tenaga kerja di bidang teknologi semakin mahal dan sulit untuk didapatkan.

Namun, posisi markas Alibaba yang ada di kota Hangzhou membuatnya tidak memiliki banyak saingan. Biaya hidup yang rendah di kota itu juga berarti bahwa mereka dapat memberikan gaji yang lebih kecil. "Alibaba dapat merekrut dua orang tenaga kerja dengan harga yang setara dengan satu tenaga kerja di Shanghai atau Beijing," ungkap Clark. (fyk/rou)