Senin, 23 Jul 2018 13:01 WIB

Crimson Hexagon Jadi Skandal Cambridge Analytica Jilid 2?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Akses Facebook. Foto: GettyImages Akses Facebook. Foto: GettyImages
Jakarta - Setelah didera skandal kebocoran data Cambridge Analytica, kini ada lagi perusahaan sejenis yang diduga melakukan pelanggaran serupa, yaitu Crimson Hexagon.

Saat ini Facebook sudah membekukan akun Facebook dan Instagram perusahaan asal Boston tersebut. Facebook pun tengah menginvestigasi dugaan pelanggaran kebijakan Facebook yang diduga dilakukan oleh Crimson Hexagon soal pengumpulan, penyimpanan, dan berbagi data pengguna.

Crimson Hexagon sendiri saat ini mempunyai kontrak pekerjaan dengan pemerintah AS dan sebuah perusahaan nonprofit yang terkait dengan Kremlin -- pemerintah Rusia --, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (23/7/2018).



Crimson Hexagon punya cara kerja berbeda dengan Cambridge Analytica, yang mengumpulkan data pengguna tanpa izin. Crimson Hexagon mengumpulkan pesan yang diposting di media sosial dan menganalisanya untuk para klien.

Tujuannya adalah untuk menganalisa opini publik mengenai hal tertentu. Crimson Hexagon mengaku sudah mengumpulkan lebih dari 1 triliun post dari aplikasi seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Facebook sendiri memang mengizinkan perusahaan lain untuk menggunakan data tersebut secara anonim sebagai inisight untuk keperluan bisnis, namun bukan untuk memata-matai pengguna.

Kegiatan pengumpulan data yang dilakukan Crimson Hexagon ini sampai pada tahap tertentu memang tak melanggar regulasi di sejumlah platform media sosial. Bahkan, mereka membayarkan sejumlah biaya ke Twitter agar bisa mengakses kicauan penggunanya dalam jumlah besar.

Facebook sendiri mempunyai batasan jumlah data yang bisa dikumpulkan oleh perusahaan pihak ketiga. Jadi, sepertinya Crimson Hexagon lebih banyak mengumpulkan data di Twitter ketimbang di Facebook.

(fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed