Kamis, 19 Jul 2018 15:02 WIB

Mark Zuckerberg Klarifikasi Komentarnya Tentang Holocaust

Virgina Maulita Putri - detikInet
CEO Facebook Mark Zuckerberg. Foto: Getty Images/Justin Sullivan CEO Facebook Mark Zuckerberg. Foto: Getty Images/Justin Sullivan
Jakarta - CEO Facebook Mark Zuckerberg kembali terlibat kontroversi. Kali ini melibatkan komentarnya bahwa ia tidak akan langsung menghapus konten yang membantah bahwa Holocaust pernah terjadi.

Komentar ini dibuat Zuck dalam wawancara dengan jurnalis teknologi Kara Swisher. Zuck pun langsung mengeluarkan klarifikasi melalui email kepada Recode yang menerbitkan wawancara tersebut.



"Ada satu yang hal yang ingin saya perjelas. Saya secara pribadi menemukan bahwa penolakan Holocaust sangat ofensif, dan saya benar-benar tidak bermaksud untuk membela niatan orang yang menyangkal hal tersebut," kata Zuck dalam emailnya, seperti dikutip detikINET dari The New York Times, Kamis (19/7/2018).

"Jika sesuatu sedang menyebar dan ditandai salah oleh pemeriksa fakta kami, informasi itu akan kehilangan sebagian besar distribusinya," tambahnnya.

Dalam klarifikasinya, ia juga menambahkan bahwa Facebook akan menghapus konten yang mengusulkan kekerasan atau kebencian terhadap suatu kelompok tertentu.

Dalam wawancaranya dengan Recode sendiri, Zuck mendiskusikan berbagai topik. Mulai dari penyebaran ujaran kebencian hingga konten konspirasi yang disebarkan oleh situs konspirasi Infowars di platformnya.

Ketika membahas konten konspirasi yang disebarkan oleh Infowars mengenai penembakan massal di Sekolah Dasar Sandy Hook di Connecticut, Amerika Serikat, tiba-tiba Zuck mengungkit Holocaust.

"Saya orang Yahudi, dan ada sekelompok orang yang menolak bahwa Holocaust pernah terjadi. Saya menemukan hal itu sangat ofensif," ujar Zuckerberg.

"Tapi pada akhirnya, saya tidak percaya bahwa platform kami harus menghapusnya karena saya pikir banyak hal salah yang diterima oleh orang lain. Saya rasa mereka tidak sengaja melakukan kesalahan," lanjutnya.

Zuck kemudian mengatakan bahwa menurunkan konten atau individual dari platformnya hanya karena menyebarkan informasi yang salah merupakan langkah yang tidak tepat.

"Saya berpikir itu tidak benar untuk mengatakan, 'Kami akan menurunkan seseorang dari platform hanya karena mereka melakukan kesalahan, bahkan berkali-kali," jelasnya.



Facebook justru akan membiarkan konten tersebut untuk tetap berada di platformnya, hanya saja posisinya di News Feed akan diturunkan sehingga hanya sedikit pengguna yang dapat melihatnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed