Selasa, 17 Jul 2018 20:54 WIB

Sejarah Perjalanan Emoji: Cara Meluapkan Ekspresi

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Internet Foto: Internet
Jakarta - Tepat pada hari ini, 17 Juli diperingati sebagai hari kelahiran emoji sedunia. Ada baiknya, kita ketahui perjalanan gambar-gambar mungil di smartphone ini dari masa ke masa.

Emoji pertama diciptakan pada 1999 oleh desainer asal Jepang bernama Shigetaka Kurita. Saat itu, ia sedang bekerja untuk i-mode, sebuah platform internet dari NTT DOCOMO, salah satu provider dari Negeri Sakura.

Berawal dari keinginan NTT DOCOMO untuk mencari cara dalam mengekspresikan sebuah informasi, Kurita membuat 176 emoji pertama dengan resolusi 12 x 12 piksel. Gambar-gambar itu ada yang melambangkan cuaca, kendaraan, teknologi, hingga seluruh fase pada Bulan.



Seiring berjalannya waktu, emoji menjadi populer di Jepang. Memasuki pertengahan 2000-an, gambar-gambar mini itu mulai tersedia di luar Negeri Samurai.

Fenomena tersebut pun terendus oleh perusahaan besar semacam Apple yang tidak ingin ketinggalan momen. Pada 2009, sepasang teknisi mereka, Yasuo Kidan dan Peter Edberg, mengajukan proposal untuk mendaftarkan 625 emoji baru, yang disetujui oleh Unicode, organisasi pemilik standar teks untuk berbagai perangkat, setahun kemudian.

Lalu, pada 2011, Apple memasukkan emoji pada keyboard untuk perangkat berbasis iOS. Hal serupa diterapkan oleh Android dua tahun berselang, sebagaimana detikINET kutip dari Wired, Selasa (17/7/2018).

Koleksi emoji semakin meluas, yakni merambah ke binatang, makanan, ekspresi manusia, hingga bendera negara, turut memancing tuntutan agar disediakannya gambar yang mampu mewakili berbagai golongan tertentu.

Hal ini pun turut disadari oleh Unicode. Di 2015, organisasi tersebut memberikan varian warna kulit bagi emoji yang melambangkan manusia.

Sejak saat itu, emoji pun memiliki koleksi yang semakin luas, mulai dari orang-orang berambut pirang hingga perempuan berhijab. Sampai saat ini, Unicode telah memiliki database sekitar 2.823 emoji.

Emoji.Emoji. Foto: istimewa


Sejumlah emoji juga sempat menjadi bahan perbincangan hangat di dunia. Salah satunya adalah saat Apple dikritik karena mengganti emoji pistol menjadi pistol air di iOS 10. Menariknya, langkah tersebut kemudian diikuti oleh perusahaan lain, seperti Google, Samsung, dan Twitter.



Lalu, Google pun sempat dikritik lantaran membuat emoji gelas bir dan cheese burger yang kurang sesuai. Untuk nama yang disebutkan pertama, perusahaan asal Mountain View itu awalnya membuat emoji gelas bir yang hanya terisi 3/4. Sejumlah kritik dari netizen pun membuatnya merevisi emoji tersebut menjadi terisi penuh.

Selain itu, Google memperbaiki emoji cheese burger di Android. Perbaikan yang dimaksud adalah perubahan posisi keju dalam makanan cepat saji tersebut menjadi di atas daging. Sebelumnya, perusahaan yang dipimpin oleh Sundar Pichai tersebut meletakkannya di bagian bawah daging dan menempel pada roti bagian bawah.

Selama perjalanan panjang selama 19 tahun ini, emoji tak hanya berupa gambar statis. Produsen smartphone seperti Apple dan Samsung berlomba-lomba menciptakan emoji yang bisa menyesuaikan mimik penggunanya. Perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook sudah memiliki Animoji dan Memoji, sedangkan vendor asal Korea Selatan punya AR Emoji.

Jadi, mari ekspresikan perasaanmu lewat emoji. (agt/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed