Senin, 16 Jul 2018 15:57 WIB

Usaha Kontroversial Pendiri PayPal Kejar Hidup Abadi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Peter Thiel. Foto: Getty Images Peter Thiel. Foto: Getty Images
Jakarta - Banyak bos perusahaan teknologi yang terobsesi untuk menghentikan proses penuaan dan dapat hidup selamanya. Dengan kekayaan berlimpah, mereka mendanai berbagai cara, mulai dari yang konvensional hingga yang kontroversial, untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

Salah satunya adalah pendiri Paypal, Peter Thiel. Pria berusia 50 tahun ini berinvestasi di perusahaan Unity Biotechnology, perusahaan yang sedang mengembangkan obat untuk mengeliminasi penyakit yang biasanya identik dengan penuaan.

Selain Thiel, Unity juga memiliki donor papan atas dari CEO Amazon, Jeff Bezos. Thiel memang telah lama menyatakan ketertarikannya terhadap upaya untuk menghentikan proses penuaan.



"Banyak penyakit yang terkait dengan penuaan," kata Thiel dalam sebauh kesempatan, seperti dikutip detikINET dari The Daily Mail.

"Jadi kita tentu saja ingin mencari cara untuk menyembuhkan kanker, mungkin jika kita menemukan obat untuk penuaan, kita juga akan menyembuhkan kanker," lanjutnya.

Metode Kontroversial

Selain investasinya di Unity, Thiel juga mempertimbangkan metode yang kontroversial untuk mencegah penuaan, yaitu vampirisme. Thiel dikabarkan telah mengontak Ambrosia, perusahaan yang melakukan uji coba klinis untuk mencari tahu apakah transfusi darah dapat menghentikan proses penuaan.

Ambrosia mematok biaya sebesar USD 8.000 (Rp 115 juta) untuk siapa saja yang ingin mengikuti uji coba tersebut. Dalam uji coba ini, orang sehat yang berusia lebih dari 35 tahun akan menerima transfusi darah dari orang sehat yang berusia di bawah 25 tahun dan dilihat efeknya terhadap kesehatan mereka.

Pada tahun 2016, Thiel dikabarkan menghabiskan USD 40.000 (Rp 575 juta) setiap kuartal untuk mendapatkan transfusi darah dari remaja berusia 18 tahun.

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg TV di tahun 2014, Thiel juga mengatakan bahwa ia mengonsumsi pil hormon pertumbuhan manusia untuk memperpanjang usia hidupnya hingga 120 tahun. "Itu membantu menjaga massa otot, sehingga kemungkinan anda untuk menderita cedera tulang dan arthritis menjadi lebih kecil," jelasnya.

Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, Thiel memiliki alternatif terakhir. Ia telah mendaftar di perusahaan cryogenic, Alcor untuk membekukan badannya di nitrogen cair saat ia mati.



Dengan membayar USD 200.000 (Rp 2,8 miliar), badan Thiel akan dibekukan dengan harapan akan dapat dihidupkan lagi di masa depan.

Thiel mengatakan bahwa ada tiga hal yang dapat kita lakukan ketika mendekati kematian. "Kalian dapat menerimanya, kalian dapat menolaknya, atau kalian bisa melawannya," ujarnya.

"Saya pikir masyarakat kita didominasi oleh orang yang memilih untuk menyangkal atau menerimanya, dan saya lebih memilih untuk melawannya," sambungnya. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed