Hasil Survei
9 Dari 10 Pemuda Punya Akses Internet
- detikInet
Jakarta -
Pew Internet & American Life Project mengemukakan hasil surveinya, 9 dari 10 anak muda usia 12 hingga 17 tahun sudah punya akses online. Jumlah ini lumayan meningkat dari tahun 2000 yang berkisar hanya tiga per empatnya.Sementara untuk segmen orang dewasa Amerika Serikat pengguna internet, hanya berkisar 66 persen saja.Dilaporkan juga sekitar 75 persen anak belasan tahun yang menggunakan internet, mendapatkan berita mereka secara online. Persentase ini meningkat sekitar 38 persen jika dibandingkan hasil survei tahun 2000."Remaja sekarang sangat selektif. Mereka pandai dalam penggunaan teknologi. Mereka menggunakannya untuk hal-hal yang mereka rasa perlu saja," tutur Amanda Lenhart, peneliti dari Pew seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Kamis (28/7/2005).Dari 1100 anak muda yang diteliti, 87 persen adalah pengguna internet. Sekitar 50 persen dari anak muda pengguna internet ini mengaku online tiap hari. Jumlah ini juga meningkat dari yang tadinya hanya 42 persen.75 persen anak belasan tahun pengguna internet juga ternyata juga pengguna instant message (IM). Bandingkan dengan orang dewasa, hanya 42 persen yang melakukan hal serupa. Kaum remaja lebih senang meng-IM teman dan mengirim e-mail untuk orang dewasa. Seperti halnya kepada orang tua dan guru. Sekitar setengah dari keluarga yang memiliki anak remaja dan koneksi internet di rumah, punya akses broadband. Dan sisanya masih menggunakan line telepon untuk terhubung jaringan internet.Hasil survei lainnya, hampir sepertiga remaja pengguna IM telah memanfaatkan layanan ini untuk mengirim file musik dan video.Mereka yang disurvei, sekitar 45 persen punya ponsel. Tetapi ponsel ini tidak menjadi andalan alat komunikasi mereka. 50 persen anak remaja masih menggunakan telepon rumah untuk menghubungi teman, 25 persen lebih memilih IM dan 12 persen lebih suka menelepon teman lewat ponsel.Hasil survei terakhir, anak perempuan usia 15 hingga 17 tahun adalah pengguna yang intens kalau sudah urusan internet dan ponsel. Termasuk layanan SMS.Kendatipun banyak anak muda yang punya akses ke dunia maya ini, sekitar 3 juta orang dari mereka masih belum dapat menikmati serunya ber-IM ria. Hal ini membawa kekhawatiran sendiri. "Kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga tak mampu", kata Susannah Stern, Asisten Profesor Studi Komunikasi, University of San Diego, Amerika Serikat.Membandingkan dengan negara adidaya itu, bagaimana dengan anak-anak muda Indonesia ketika teknologi sudah semakin canggih saja? Semoga tidak terlalu membuat miris. Sebagai informasi, survei yang rampung dikerjakan tahun 2004 menjalankan surveinya lewat telepon. Batas kesalahannya adalah 4 persen.
(ien/)