Jumat, 13 Jul 2018 15:43 WIB

Facebook Bisa Deteksi Pesan Mencurigakan

Indissa Salsabila - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Facebook saat ini sedang mencoba fitur baru pada Messenger yang akan mengidentifikasi akun mencurigakan pengirim direct message.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengetahui negara asal akun yang mengirimkan pesan melalui nomor telepon, dan apakah akun tersebut sudah lama atau baru saja dibuat.

Dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (13/7/2018), adalah Erin Gallagher, seorang seniman multimedia yang pertama kali menemukan fitur ini pada akun Messenger miliknya.

Facebook melalui juru bicaranya, Dalya Browne, mengonfirmasi bahwa memang benar pihaknya tengah menguji fitur terbaru Messenger. Namun yang ditampilkan Gallagher, menurutnya hanyalah hasil tes kecil dari fitur yang sedang dicoba.


Meski fitur ini ditujukan memerangi pesan mencurigakan, screenshot yang ditampilkan mengindentifikasi bahwa fitur tersebut hanya bisa memberitahu pengguna akun Messenger yang tidak dikoneksikan dengan akun Facebook resmi, dan jika akun tersebut terkait dengan nomor telepon asal Rusia.

Secara tersirat, hal ini mengesankan Rusia adalah musuh utama Facebook dalam perjuangannya melawan hoax. Sebagian besar akun palsu dari Rusia memang mengaku sebagai warga negara Amerika.

Pada screenshot tersebut juga terlihat bahwa Facebook akan mencantumkan keterangan 'baru saja dibuat' pada akun yang mencurigakan di Messenger.

Facebook sampai saat ini memiliki hubungan yang cukup panas berkaitan dengan kampanye misinformasi yang disponsori oleh Rusia, selama masa kampanye pemilihan Presiden Rusia tahun 2016.

Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini masih aktif menangguhkan akun yang terkait dengan Internet Research Agency, sebuah kasus propaganda yang didedikasikan untuk menyebarkan disinformasi dan ketidakpercayaan di Amerika melalui akun palsu, Facebook page, berita, dan komentar di situs jejaring sosial Amerika.

Saat ini, Facebook juga bekerja sama dengan para peneliti untuk mengukur dampak berita palsu pada pemilihan demokratis dan efek keseluruhan dari kesalahan informasi yang diterima pengguna pada News Feed Facebook.


Selain itu, Facebook juga meluncurkan kampanye literasi pada bulan Mei bersamaan dengan kampanye iklan cetak secara besar-besaran untuk membantu mendidik publik umum dan pengguna aktif Facebook tentang hoax, bagaimana cara mengenali serta cara menghentikan penyebarannya.

Facebook juga memberdayakan divisi riset kecerdasan buatannya dengan menggunakan perangkat lunak otomatis untuk memerangi hoax sebagai alternatif dari moderasi yang dipandu oleh manusia dan pengawasan langsung. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed