Kamis, 12 Jul 2018 15:05 WIB

Canggih! Drone Ini Bisa Bawa Barang Jarak Jauh

Virgina Maulita Putri - detikInet
Drone kardgo Dronamics. Foto: Dronamics Drone kardgo Dronamics. Foto: Dronamics
Jakarta - Drone yang umum kita temui saat ini, biasanya memiliki jarak tempuh dan waktu terbang yang terbatas. Nah, dua bersaudara asal Bulgaria bernama Svilen dan Konstantin Rangelov, mengembangkan drone yang bisa menerbangkan kargo seberat 362 kilogram dan menempuh jarak hampir 2.500 kilometer.

"Sebagian besar drone pengiriman kecil digunakan untuk menyelesaikan masalah jarak pendek. Mereka adalah kurir sepeda, kami adalah truk lintas negara," kata CEO Dronamics Svilen Rangelov, seperti dikutip detikINET dari WIRED, Kamis (12/7/2018).

Karenanya, melalui perusahaan Dronamics, mereka mengembangkan drone yang dinamai Black Swan. Drone canggih ini memiliki fixed wing dan menggunakan mesin bensin serta baling-baling tunggal di hidungnya. Spesifikasi ini berbeda dengan drone pengantar barang lainnya yang menggunakan multi-rotor dan ditenagai baterai.


Saat ini, Black Swan menggunakan mesin Rotax yang sering digunakan di pesawat konvensional. "Ini berarti bahwa di mana pun kita mendarat, maka orang akan tahu bagaimana memperbaikinya," kata Chief Technology Officer Dronamics, Konstantin Rangelov.

Drone tersebut dapat dimonitor melalui satelit, terbang dan mendarat di landasan pacu pendek, serta biaya operasinya lebih rendah 50% dibandingkan pesawat kargo konvensional yang dikemudikan pilot manusia.

Uji coba drone kargo Dronamic.Uji coba drone kargo Dronamics. Foto: Dronamics


Dronamics sendiri baru menguji coba versi prototipe drone yang lebih kecil, dengan lebar sayap 3,9 meter. Jika dibandingkan dengan versi finalnya drone ini akan seukuran dengan pesawat kecil konvensional. Uji coba dilakukan untuk mengetes aerodinamika, sistem autopilot, dan teknologi komunikasi satelit.


Tapi, drone kargo ini tidak didesain untuk mengangkut kargo yang padat seperti palet berisi makanan dan obat-obatan, melainkan didesain untuk mengangkut barang yang biasa dibeli melalui e-commerce seperti pakaian, smartphone, dan makanan.

"Kami fokus untuk mendapatkan muatan yang dapat menyamai jenis kendaraan darat paling umum di dunia , yakni van kargo kecil," jelas Konstantin.

Svilen berharap, uji coba stereotipe versi final dapat dilakukan pada 2019. Nantinya, mereka menargetkan pasar berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan sebagai pemasaran produknya. (jsn/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed