BERITA TERBARU
Kamis, 12 Jul 2018 14:15 WIB

Follower Twitter Berkurang Drastis? Ini Sebabnya

Indissa Salsabila - detikInet
Foto: Twitter Foto: Twitter
Jakarta - Dalam upayanya membangun kepercayaan dan mendorong diskusi sehat di platformnya, Twitter akan menghapus sejumlah follower yang tidak terkonfirmasi.

Disampaikan Twitter melalui keterangan resminya yang diterima detikINET, Kamis (12/7/2018), kebijakan tersebut akan berdampak pada perubahan jumlah follower yang ditampilkan di profil pengguna.

Hal ini dilakukan Twitter agar para pengguna mengetahui bahwa angka yang ada pada jumlah pengikut mereka kali ini benar-benar akurat dan berasal dari follower 'sungguhan'.

"Sepanjang tahun ini, Twitter banyak melakukan penguncian akun jika terdeteksi adanya perubahan mendadak dalam perilaku akun tersebut," ungkap Twitter.



Saat ini terjadi, Twitter akan menghubungi pemilik akun. Sebelum mereka memvalidasi akun dan mengubah kata sandi mereka, akun tersebut akan tetap terkunci dan mereka tidak dapat login ke Twitter.

Nah, akun-akun yang terkunci inilah yang akan dihapus dari jumlah follower di seluruh profil secara global. Jadi, jangan heran jika follower Twitter kalian berkurang drastis.

Twitter juga merinci sejumlah hal penting yang perlu diketahui terkait pembaruan ini.

Pertama, sebuah akun dapat dikunci jika Twitter mendeteksi perubahan mendadak dalam perilaku akun tersebut.

Dalam situasi ini, Twitter akan menghubungi pemilik akun untuk melakukan konfirmasi bahwa mereka masih memiliki kontrol terhadap akun tersebut.

Perubahan mendadak dalam perilaku akun ini dapat mencakup beberapa hal seperti: mencuit sejumlah besar volume balasan atau menyebut akun tertentu tanpa diminta, mencuitkan tautan-tautan yang menyesatkan, atau jika sejumlah besar akun memblokir akun tertentu setelah akun tersebut mention akun yang bersangkutan.

Twitter juga akan mengunci akun jika melihat kombinasi email dan kata sandi dari layanan lain yang disebarkan secara online dan percaya bahwa informasi tersebut dapat membahayakan keamanan akun sehingga Twitter mengharuskan akun tersebut untuk mengubah kata sandinya untuk perlindungan.

Twitter akan tetap terkunci sebelum menerima konfirmasi bahwa akun tersebut baik-baik saja. Akun yang terkunci akan mengakibatkan pengguna tidak dapat mengirim cuitan atau melihat iklan yang ada pada Twitter.

Kedua, akun-akun yang dikunci ini berbeda dari akun spam atau bot. Dalam banyak kasus, akun ini dibuat oleh orang sungguhan, tetapi Twitter tidak dapat memastikan bahwa orang asli yang membuka akun tersebut masih memiliki kontrol dan akses ke akun terkait atau tidak.

Sedangkan akun spam atau yang terkadang juga disebut sebagai akun bot, umumnya menunjukkan perilaku spam sejak awal. Perilaku yang dilakukan oleh akun bot dapat diprediksi dengan mudah oleh sistem Twitter, dan dapat dinonaktifkan secara otomatis. Pengguna dapat mempelajari lebih lanjut tentang upaya berkelanjutan Twitter untuk mencegah spam pada tautan ini.

Ketiga, saat ini pembaruan tersebut hanya berdampak pada jumlah follower. Seperti diketahui, jumlah follower merupakan salah satu fitur yang paling terlihat di Twitter dan sering dikaitkan dengan kredibilitas akun.


Setelah akun terkunci, maka akun tersebut tidak dapat mencuit, menyukai cuitan pengguna lain atau melakukan retweet. Twitter juga tidak akan menayangkan iklan kepada akun-akun yang dikunci ini.

Keempat, perubahan ini tidak berdampak pada metrik jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users / MAU) atau pengguna aktif harian (Daily Active Users / DAU) Twitter.

Akun terkunci yang belum mengatur ulang kata sandi mereka dalam lebih dari satu bulan sejak menerima notifikasi, tidak masuk dalam MAU atau DAU Twitter.

Pembaruan ini dilakukan Twitter guna memperbaiki pengalaman pengguna pada platformnya yang sudah hadir sejak 2006. Twitter berusaha untuk memastikan agar semua orang memiliki keyakinan terhadap jumlah follower yang ada di akun mereka. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed