Senin, 09 Jul 2018 21:23 WIB

Galang Dana, Penjualan Token Vexanium Tembus 300 Juta

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Dok. Vexanium Foto: Dok. Vexanium
Jakarta - Vexanium sukses menjual 300 juta token untuk menggalang modal yang tidak bisa disebutkan angkanya saat penjualan umum dan terbatas setelah initial coin offering (ICO) mereka yang dimulai pada 16 Mei 2018 dan berakhir pada 7 Juni 2018.

Sebagai informasi, Vexanium adalah platform pemasaran terdesentralisasi yang mengusung teknologi blockchain. Platform ini mematok ICO soft cap, atau target minimal penggalangan dana, di 4.000 Ethereum dan hard cap, atau target maksimal penggalangan dana, di 20.000 Ethereum. Nilai tukar antara Vexanium dan Ethereum saat ICO ada pada 20.000 token Vexanium untuk 1 Ethereum.

Dengan menggunakan teknologi blockchain, Vexanium bertujuan untuk mentransformasi industri voucher dan kupon dengan menjawab tantangan yang dihadapi peritel dan konsumen. Peritel yang menjual produk dan layanan melalui platform pemasaran online dengan traffic tinggi, seperti Groupon, Dianping, dan Meituan, kerap menawarkan voucher dan kupon agar menarik pembeli.

Namun, memberikan voucher dan kupon mengantongi biaya tersendiri. Harga jual akan terpotong oleh diskon, dan ditambah pemotongan untuk komisi rata-rata 15% hingga 20% yang ditagihkan platform pemasaran berdasarkan cost-per-acquisition (CPA) atau cost-per-sales (CPS), akan memangkas laba yang diterima peritel.

Galang Dana, Penjualan Token Vexanium Tembus 300 JutaFoto: Dok. Vexanium

Berbagai peritel mengatasi masalah ini dengan menawarkan voucher atau kupon dengan diskon minim atau diskon dengan syarat yang tidak realistis. Bagi para konsumen, voucher dan kupon yang tidak menarik seperti itu justru membuat mereka enggan berbelanja. Konsumen juga menghadapi masalah umum lainnya, seperti voucher dan kupon yang kadaluarsa atau hilang, ketika mereka ingin menggunakan diskon.

Platform Vexanium, yang dirancang untuk memungkinkan akuisisi, aktivasi, dan mempertahankan pengguna, menjawab semua tantangan ini dengan membawa industri voucher dan kupon menjadi 'on-chain' melalui aplikasi VEX. Aplikasi ini terintegrasi dengan sejumlah bursa crypto agar para pengguna - terdiri dari peritel, konsumen, dan juga penggemar crypto - bisa mengubah voucher dan kupon mereka menjadi token VEX. Pengguna lalu bisa menyimpan, menarik, menjual, dan mematok harga token voucher dan kupon melalui aplikasi.

"Melalui platform Vexanium, perusahaan-perusahaan bisa menciptakan point reward dalam bentuk token digital di aplikasi untuk program loyalitas mereka," Ujar Vexanium Founder dan CEO Danny Baskara dalam keterangan pers yang diterima detikINET, Senin (9/7/2018).

"Umumnya, insentif seperti itu menjadi reward bagi konsumen di model bisnis yang berdasarkan cost-per-acquisition (CPA). Token-token tersebut juga bisa diubah menjadi kupon atau poin yang bisa digunakan di aplikasi perusahaan," lanjutnya.

Fitur inovatif di platform Vexanium, atau VEX Platform, adalah pasar "airdrop".Airdrop adalah proyek blockchain yang mendistribusikan token gratis ke pengguna. Dengan token VEX, perusahaan blockchain bisa meluncurkan kampanye airdrop untuk menarik pengguna baru, selain mempertahankan yang sudah ada melalui reward berbentuk airdrop.

"Perusahaan-perusahaan yang ingin memanfaatkan dengan baik platform Vexanium dan mau membuat token di aplikasi mereka, harus membeli token digital Vexanium (VEX) yang banyak karena setiap transaksi akan membutuhkan token VEX. Ini merupakan bagian dari ekosistem Vexanium," Baskara mengatakan, dan menambahkan bahwa situs dan aplikasi VEX akan semakin membantu transaksi.

Vexanium menargetkan agar marketplace Vexanium berfungsi penuh dan terbuka bagi pengguna, termasuk merchant and pengguna individu di Indonesia pada Q4 2018. Sementara itu, perusahaan ini bertujuan untuk mendirikan dan meluncurkan VEXchange dan VEXplorer pada Q2 2019 untuk memungkinkan pengguna setingkat merchant dan enterprise dalam merancang kampanye pemasaran yang memanfaatkan voucher token melalui aplikasi satu pintu.

Selain Indonesia, perusahaan ini berencana untuk menghadirkan solusinya di kota-kota besar lain di wilayah Asia, termasuk Kuala Lumpur, Ho Chi Minh City, Seoul, Hong Kong, dan Bangkok, selain Dubai, pada 2019. Perusahaan ini juga berencana untuk masuk ke sentra bisnis besar lainnya di wilayah ini pada 2020. Kepastian, likuiditas, dan desentralisasi Vexanium akan merevolusikan pasar-pasar tersebut, selain membawa era blockchain ke berbagai peritel dan pengguna. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed