Selasa, 10 Jul 2018 20:31 WIB

'Data Facebooker Indonesia Tak Disalahgunakan Cambridge Analytica'

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Facebook kembali menyurati pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dalam surat tersebut diungkap hasil investigasi awal terkait penyalahgunaan data pengguna oleh Cambridge Analytica.

Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan surat yang dikirim Facebook diterima pihaknya Selasa (10/7/2018). Surat yang disampaikan dalam bahasa Indonesia itu memastikan tidak ada data pengguna Facebook di Tanah Air yang disalahgunakan.

"Mereka sudah kirim, dalam investigasi awal, tidak ada data Indonesia yang tersedot oleh Cambridge Analytica," ujar pria yang kerap disapa Sammy itu.



Menurut hasil investigasi awal ini menguatkan hasil penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Mereka membuka pusat pelaporan bilamana masyarakat ada yang merasa datanya disalahgunakan Facebook. Hasilnya tidak ada masyarakat yang melapor.

Selain itu, sempat dikatakan ada 87 juta data pengguna yang disalahgunakan, ternyata hanya 30 juta. Itu pun semuanya berasal dari Amerika Serikat.

"Tidak ada pelanggaran keamanan data yang dilakukan Facebook. Tidak ada sekalipun aplikasi yang dimasukan Cohan ataupun Cambridge Analytica menembus sistem Facebook dan melanggar ketahanan keamanan data. Jadi mereka tidak bisa mengambil itu," jelas Sammy.

"Data yang dapat diakses oleh Cambridge Analytica terbatas dan telah disetujui oleh pengunduh aplikasi dan dibagikan sesuai peraturan privasi mereka. Kalaupun Cohan masuk ya tergantung kita. Jika tidak berteman ya tidak bisa dilihat," lanjutnya.



Kendati Facebook telah menyatakan tidak ada data pengguna di Indonesia yang disalahgunakan, investigasi kasus ini masih terus dilakukan pihak Inggris.

"Investigasi masih dilakukan di sana. Data aksesnya setahu saya masih di sana. Saya belum tahu kapan selesai investigasi. Kalau di Eropa, perlindungan data pribadi. Sementara di AS undang-undangnya berbeda, lebih ke privasi dan sudah selesai," terang Sammy. (afr/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed