Sabtu, 07 Jul 2018 19:27 WIB

Like Terapkan Sensor Ketat agar Tak Diblokir Seperti Tik Tok

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Kasus diblokirnya Tik Tok tentunya jadi peringatan keras bagi aplikasi sejenis agar bisa tetap langgeng berbisnis di Indonesia. Salah satunya yang langsung menerapkan sistem sensor ketat adalah aplikasi Like milik Bigo.

Like yang diluncurkan pada Agustus 2017 dan telah memiliki lebih dari 50 juta pengguna di lebih dari 200 negara, tentunya tak mau ikut kena blokir di Indonesia. Oleh sang empunya, aplikasi ini diklaim sudah memiliki sistem penyaringan dan pelaporan yang terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Menurut Aaron Wei, Wakil Presiden Senior Bigo Technology, selain menggunakan kecanggihan teknologi AI, monitoring juga dilakukan oleh manusia secara manual 7x24 jam untuk membangun ekosistem dan konten berkualitas tinggi untuk semua lapisan masyarakat.


"Selain tim di Indonesia, aplikasi Like juga memiliki pusat Riset dan Pengembangan (R&D) di Singapura yang saat ini sedang merekrut tim yang terdiri dari 100 ahli AI dan insinyur untuk melakukan monitoring konten video," ujarnya dalam keterangan yang diterima detikINET, Sabtu (7/7/2018).

Pusat R&D ini juga bertanggungjawab untuk kemajuan serta kualitas konten perusahaan. Sistem AI yang ada inilah yang akan menghapus semua konten video negatif yang diposting oleh para pengguna.

Selain sistem kontrol konten yang komprehensif, Like juga memungkinkan pengguna untuk membuat konten yang unik dan super kreatif dengan berbagai efek sihirnya. Sejak 11 bulan lalu diluncurkan, aplikasi yang memang ditujukan bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas ini memang sudah menjadi salah satu komunitas video pendek paling populer di kalangan anak muda di Indonesia.


"Aplikasi Like berkomitmen untuk membentuk sebuah komunitas video pendek yang sehat dan kreatif bagi kaum muda. Teknologi AI dan efek sihir kami yang dikembangkan secara independen memungkinkan semua lapisan masyarakat untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka," masih kata Aaron Wei.

Like dilengkapi dengan lebih dari 300 efek yang unik, mengandalkan teknologi Augmented Reality (AR) dan AI untuk memanipulasi bentuk tubuh, menyematkan efek yang dinamis serta latar belakang. (mag/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed