Jumat, 29 Jun 2018 15:28 WIB

Facebook Cs Dituding Pancing User Umbar Data Pribadi

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Raksasa teknologi seperti Facebook, Google dan Microsoft, dituding menggunakan desain dan tampilan antar muka yang mendorong pengguna memberikan data pribadi mereka.

Hasil studi dari Norwegian Consumer Council menginvestigasi trik yang digunakan ketiga perusahaan tersebut untuk mengumpulkan data pengguna.

"Hasil yang ditemukan termasuk (metode) pengaturan default privasi intrusif, kata-kata yang menyesatkan, menyembunyikan pilihan yang ramah privasi dan pilihan take it or leave it," kata laporan tersebut.



Salah satu contoh yang ditunjukkan laporan tersebut adalah pop-up dari Facebook yang berhubungan dengan General Data Privacy Regulation (GDPR).

Dikutip detikINET dari Gizmodo, Jumat (29/6/2018), pop up tersebut membuat opsi 'Agree and continue' lebih menarik dan tidak mengintimidasi dibandingkan opsi 'Manage Data Settings'.

Opsi yang lebih menarik ini, dibuat lebih mudah bagi pengguna. Hanya butuh empat klik untuk menyelesaikannya. Sebaliknya, pengguna yang ingin membatasi pengumpulan datanya harus melewati 13 klik. Dengan demikian, pengguna akan memilih opsi yang lebih mudah yang mendorongnya berbagi lebih banyak data.

Hal yang sama juga terjadi pada layanan Google. Mereka membuat opsi untuk keluar dari tailored ads menjadi sulit dengan menggunakan bahasa yang rumit, banyak halaman berisi teks, dan opsi default yang tersembunyi untuk menggiring pengguna menuruti pilihan yang diinginkan Google.

Sedangkan untuk Microsoft, trik yang mereka gunakan masih lebih halus dibandingkan Facebook dan Google. Contohnya, jika pengguna ingin keluar dari 'tailored experience with diagnostic data', pengguna harus mengklik gambar lampu yang redup.



Sedangkan simbol untuk masuk adalah lampu yang terang. Tapi setidaknya, jumlah klik yang harus dilewati pengguna yang ingin keluar sama dengan jumlah klik untuk masuk.

Cara-cara ini yang menjadi perhatian Norwegian Consumer Council, dan mengingatkan pengguna internet agar lebih berhati-hati dan membatasi data yang mereka bagi. Baik Facebook, Google maupun Microsoft, belum merespons laporan ini. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed