Indonesia Cellular Show 2005
Dari Sosialisasi 3G hingga 'Selulit Show'
- detikInet
Jakarta -
Ajang pamer teknologi selular yang berlangsung 5 hari meninggalkan serba-serbi. Perpaduan teknologi dengan hiburan efektif menyedot animo pengunjung hingga acara berakhir.Indonesia Cellular Show 2005 (ICS) dibuka oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar. Olehnya, pameran ini diharapkan bisa mempercepat arus informasi dan pengunjung bisa mengikuti perkembangan teknologi selular di Indonesia.Pameran yang berlangsung 20-24 Juli 2005 di Jakarta Convention Center ini, diikuti oleh operator telekomunikasi (Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8), vendor ponsel (Nokia, Sony Ericsson, Motorola, Siemens, Samsung, Philips, LG dan Sanex), dan perusahaan terkait lainnya.Johny Swandi Syam, ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) mengatakan, bagi pelaku industri, pameran ini berguna sebagai ajang edukasi dan untuk memperkenalkan produk-produk baru. "Sementara bagi pengguna, untuk menambah pengetahuan dan kedekatan terhadap produk," imbuhnya.ICS 2005 sebelumnya diharapkan dapat meraih 100 ribu pengunjung dari kalangan pelajar, masyarakat pemerhati TI dan perusahaan. Sementara ICS 2004 didatangi oleh 65 ribu pengunjung. Pameran kali ini diikuti oleh 36 peserta, naik dari tahun lalu yang berjumlah 29 peserta. Sosialisasi 3GMeski teknologi selular generasi ketiga (3G) belum resmi 'beredar' di tanah air, tapi gaungnya sudah terasa. Lahan bisnis yang diperkirakan dapat memenuhi pundi-pundi pihak yang terlibat, digodok beramai-ramai. Nokia yang mewakili vendor ponsel, Telkomsel di bagian teknologi komunikasinya, serta Jatis dan Jakarta Software pada bagian konten, bersama-sama mengkampanyekan sosialisasi 3G dan keuntungannya buat masyarakat pada seminar 3G yang digelar di sela-sela ICS 2005. Dari masalah frekuensi, model bisnis, masa depan serta kesiapan para operator, vendor ponsel dan penyedia konten dari segi teknis dan pendayagunaan SDM pada teknologi 3G, berseliweran di sela-sela pertanyaan. Iming-iming bisa menonton siaran TV dari ponsel, video streaming, serta bentuk layanan yang ramah untuk pengguna juga dihembuskan pada seminar itu. Tempat JualanBukan berita baru kalau pameran teknologi di Indonesia sekaligus jadi ajang jual-beli produk. Hal ini juga terjadi di Indonesia Cellular Show, di mana lebih dari setengah peserta ingin meningkatkan transaksi produknya saat pameran.Dengan kondisi seperti ini, stan pameran tak ubah seperti memindahkan isi toko ke ruang pameran. Dyandra Promosindo, penyelenggara pameran dan eksibisi yang kali ini menjadi penyelenggara ICS 2005, sempat melakukan survei kecil-kecilan dari ajang ICS 2004. Dari hasil survei tersebut, diketahui bahwa 63 persen peserta mengaku bahwa keikutsertaan mereka dalam pameran adalah untuk meningkatkan transaksi produk dan memperkuat citra produk mereka. Demikian halnya dengan pengunjung, sebanyak 46 persen pengunjung pameran datang untuk belanja produk-produk yang dipamerkan. Kontes Kecantikan dan Pasar HiburanTak lengkap rasanya sebuah pameran tanpa disertai oleh wanita cantik. Melengkapi keriuhan suasana, adanya kompetisi Miss Indonesia Cellular Show membuat pameran semakin marak. Kompetisi yang diadakan untuk kedua kalinya ini diikuti oleh Sales Promotion Girl (SPG) dari 10 operator serta vendor ponsel. SPG yang mewakili oparator selular XL, Sisilia Supriyadi, menyerap perhatian Juri serta penonton yang hadir pada malam final. Keluwesan berjalan diatas panggung dan menjawab pertanyaan seputar pengetahuan produk-produk membuat tim juri yang terdiri dari Ann Gusnayanti perwakilan dari Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Hutami dari Dyandra serta Salju dari Info Komputer memilihnya menjadi pemenang.Selain itu, adu keras teriakan pembawa acara di tiap booth, adu keren bintang tamu, adu heboh games, dan adu-adu yang lainnya untuk menarik perhatian pengunjung. Bahkan adu tarian dengan gaya seksi dan menantang hampir di tiap booth khususnya ponsel dan operator makin membuat panas suasana. Dengan minimnya busana para penari, Dave Hendrik yang dikenal sebagai pembawa acara, sampai-sampai mengeluarkan celetukan 'Ini mah bukan Indonesia Cellular Show, ini Indonesia Selulit Show' saat sedang membawakan acara mewakili salah satu booth operator.Proses sosialisasi teknologi nampaknya memang efektif bila diramu dengan pendekatan manusiawi.
(rou/)