Rabu, 27 Jun 2018 12:45 WIB

Banyak Jomblo di China, Aplikasi Sewa Pacar Kian Diserbu

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Pertanyaan dari keluarga tentang jodoh tak hanya terjadi di Indonesia pada masa Lebaran, ternyata hal serupa juga ditemui di China. Untuk mengatasi persoalan tersebut, aplikasi sewa pacar pun jadi idaman.

Saat Tahun Baru China, masyarakat di sana juga memiliki tradisi mudik ke kampung halaman untuk bertemu dengan orang tua dan keluarga besar. Bagi yang belum mempunyai pasangan, momen itu terasa 'mengerikan' tatkala ada yang menanyakan soal jodoh.

Usut punya usut, 'membludaknya' para jomblo di China karena adanya kesenjangan antara jumlah pria dan perempuan di China, di mana kaum laki-laki lebih banyak 30 juta orang dibandingkan wanita. Ini juga imbas dari kebijakan pemerintah terkait program satu anak yang sudah berjalan selama 36 tahun.

Ketidakseimbangan ini memberi peruntungan bagi aplikasi kencan hingga sewa pacar pun kian diminati di Negeri Tirai Bambu ini. Salah satunya, aplikasi Hire Me Plz yang diklaim punya 700 ribu pengguna.


Kisah Wanita 'Dilamar' 700 Orang

Persoalan ini sempat dirasakan langsung oleh seorang blogger China bernama Zhao Yuqing dan ia membagikan kisahnya itu, seperti detikINET kutip dari Business Insider, Rabu (27/6/2018).

Yuqing bergabung ke salah satu layanan sewa pacar sejak pada tahun lalu. Alasan itu ia buat untuk mendapatkan pengalaman menjadi teman liburan seseorang.

Ketika Imlek akan tiba, para jomblo di China sibuk mencari pacar instan di sebuah aplikasi jodoh. Tarif sewa pacar mencapai USD 1.450 sehari (Rp 20,5 juta) selama liburan pun bisa diraup.

Yuqing mengaku pada periode tersebut, ia menerima 700 tawaran laki-laki, sebelum perempuan 24 tahun ini memutuskan memilih Wang Quanming.


"Dia (Quanming) ditekan untuk mencari istri dan kebutuhannya untuk sewa pacar adalah nyata," kata Yuqing.

Selain itu, faktor keinginan Yuqing untuk berkunjung ke desa juga jadi alasan lain dalam memilih Quanming. Kampung halaman Quanming berjarak lebih dari 2.000 kilometer dari Ibu Kota China, Beijing.

Yuqing pun mengatur pertemuan dengan Quanming sebelum beranjak mudik untuk berpapasan dengan orang tua pria tersebut. Bagaimana berkenalan dengan orang tua Quanming dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Yuqing juga mengungkapkan meski jadi pacar sewaan, ia tak menghalalkan adanya ciuman, tidur bersama, dan minum alkohol.

Setelah liburan berakhir, Quanming lalu membeberkan kepada orang taunya itu kalau Yuqing adalah pacar sewaan. Beruntungnya, orang tuan Quanming tidak marah.

"Pada awalnya saya tidak tahu kalau mereka menipu saya. Saya berusia di atas 50 tahun. Saya tidak mengerti tentang anak muda ini, tapi saya tidak marah," ucap sang ibu.

Walaupun begitu, orang tua Quanming tetap meminta kepada dirinya agar tetap mencari jodoh, lalu menikah.

"Inti permintaan ibu saya agar menikah lebih awal selama masih ada," ucap Quanming. (jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed