Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kominfo: Jangan Anggap Indonesia Pembajak Terbesar

Kominfo: Jangan Anggap Indonesia Pembajak Terbesar


- detikInet

Jakarta - Tuduhan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pembajak software terbesar di dunia, ditampik oleh aparat pemerintah. Tuduhan tersebut dinilai tidak adil, jika dilihat dari angka absolutnya.Pernyataan tersebut disampaikan Cahyana Ahmadjayadi, Dirjen Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kepada detikinet, Rabu (20/7/2005), di sela-sela acara peluncuran software PT Asaba Computer Centre, di Jakarta."Microsoft jangan bilang kita pembajak terbesar, sebenarnya kalau dilihat dari absolut number-nya, angka pembajakan di Indonesia jika dibanding dengan negara-negara maju di Eropa, lebih banyak di negara Eropa," papar Cahyana. Dijelaskannya, Indonesia yang saat ini ada di stage 7 (angka pembajakan 60-80 persen), memang tinggi dari segi prosentase. Tapi dengan jumlah pemakai PC yang rendah, yaitu hanya 5 juta, angka pembajakan di Indonesia hanya mencapai 4 juta. Sementara dibandingkan dengan negara di stage 1 (angka pembajakan 10-30 persen), yang angka kepemilikan PC-nya mencapai 100 juta, maka angka pembajakannya mencapai 20 sampai 30 juta. "Jauh lebih besar dibanding Indonesia," tutur Cahyana.Namun meski begitu, pemerintah menurut Cahyana, tidak tinggal diam dalam memberantas pembajakan. Dikatakannya, Kominfo berencana untuk menggiatkan program IGOS sebagai solusi kepemilikan software murah bagi pemerintah dan swasta. "Kominfo akan membuat IGOS Certified, yaitu program yang sertifikasi bagi perusahaan dan instansi pemerintah yang membuat dan menggunakan produk IGOS," kata Cahyana. Selain itu, pemerintah lewat Depkominfo dan Ristek, akan menggandakan CD berisi produk IGOS seperti Waroeng IGOS dan Sistim Desktop Nasional. "Pemerintah akan menggandakan sebanyak 300 CD yang akan disebar di seluruh instansi pemerintah," ujar Cahyana. (nks/)






Hide Ads