Jumat, 08 Jun 2018 14:34 WIB

Upaya Google Cegah Kecerdasan Buatan Jadi Senjata Mematikan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Google. Foto: Reuters Google. Foto: Reuters
Jakarta - Setelah mundur dari keterlibatannya dalam Project Maven yang kontroversial, Google merilis panduan etis untuk pengembangan dan penggunaan teknologi kecerdasan buatannya (AI).

Keterlibatan Google memicu protes dari ribuan karyawan karena proyek ini menggunakan AI yang dikembangkan Google untuk menganalisis gambar dari video drone.

"Ini bukan konsep teori; ini adalah standar konkrit yang akan secara aktif membimbing riset dan pengembangan produk kami dan akan berpengaruh kepada keputusan bisnis kami," kata CEO google, Sundar Pichai, di blog Google, seperti dikutip detikINET, Jumat, (8/6/2018).



Berikut adalah poin-poin prinsip dari Google:

1. Harus memiliki manfaat sosial: Kita akan memperhitungkan faktor sosial dan ekonomi yang luas, dan kita akan melanjutkan saat kita percaya bahwa manfaat keseluruhan akan secara substansial melebihi risiko dan kerugian.

2. Hindari membuat atau memperkuat bias yang tidak adil: Berusaha untuk menghindari dampak yang tidak adil kepada orang-orang, terutama yang terkait dengan karakteristik sensitif seperti ras, etnis, jenis kelamin, kebangsaan, pendapatan, orientasi seksual, kemampuan, dan keyakinan politik atau agama.

3. Dibangun dan diuji untuk keamanan: Mengembangkan dan menerapkan praktik keselamatan dan keamanan yang kuat untuk mencegah hasil yang tidak diinginkan yang mencipatakan risiko bahaya.

4. Bertanggung jawab kepada orang-orang: Merancang sistem AI yang menyediakan kesempatan yang tepat untuk feedback, penjelasan relevan, dan daya tarik.

5. Menggabungkan prinsip desain privasi: Memberi kesempatan untuk pemberitahuan dan persetujuan, mendorong arsitektur dengan perlindungan privasi, dan menyediakan transparansi dan kontrol terhadap penggunaan data.

6. Menjunjung standar tinggi keunggulan ilmiah: Kami akan bekerja dengan berbagai stakeholder untuk mempromosikan kepemimpinan yang bijaksana di area ini. Dan kita akan membagikan pengetahuan AI secara bertanggung jawab dengan menerbitkan materi edukasional, praktik terbaik, dan riset yang memungkinkan banyak orang untuk mengembangkan aplikasi AI yang berguna.

7. Tersedia untuk penggunaan yang sesuai dengan prinsipi-prinsip ini: Membatasi penggunaan yang berpotensi berbahaya.



Selain menyatakan prinsip-prinsip yang akan dilakukan Google, Pichai juga menjelaskan apa yang tidak akan dilakukan oleh Google. Google tidak akan menggunakan AI-nya untuk bidang-bidang berikut:

1. Teknologi yang menyebabkan atau berpotensi menyebabkan bahaya.

2. Senjata atau teknologi lain yang tujuan atau implementasinya adalah untuk mengakibatkan atau secara langsung melukai orang-orang.

3. Teknologi yang mengumpulkan atau menggunakan informasi untuk pengawasan yang melanggar norma internasional.

4. Teknologi yang penggunaannya bertentangan dengan hukum internasional dan hak asasi manusia.

Namun, Google menyatakan bahwa mereka akan tetap bekerja dengan pemerintah dan militer di bidang lain, selain pengembangan senjata. Bidang-bidang tersebut antara lain cybersecurity, pelatihan, rekruitmen anggota militer, layanan kesehatan veteran, dan search and rescue (SAR). (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed