Senin, 04 Jun 2018 17:34 WIB

Kisah Sedih Bocah Penjual Tisu Viral di Facebook

Josina - detikInet
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Seorang anak kecil harusnya hanya mengetahui belajar atapun bermain. Namun hal ini tak berlaku bagi bocah gadis yang harus memikul beban berat dengan berjualan tisu di area stasiun kereta. Mirisnya, jika tidak habis maka orangtuanya akan memarahinya.

Kisah bocah ini diceritakan oleh salah satu pengguna Facebook bernama Elyudien dalam postingannya ia menceritakan bagaimana seorang gadis cilik berjuang berdagang hingga jam 12 malam.

Dalam kisahnya Elyudien menceritakan bagaimana pertemuan dengan gadis ini. Saat itu ia sedang menunggu kereta di Stasiun Cawang dan membagi-bagikan takjil gratis lalu ia dihampiri oleh seorang gadis tak beralas kaki alis nyeker dan ransel di pundaknya.



Selama empat hari gadis ini menghampirinya lalu bertanya dengan pertayaan yang sama dan setiap ditawari air mineral dan takjil kurma gadis ini selalu menggeleng dan menjauh pergi.


"Om jualan yah?"
Tanya gadis kecil 9 tahun kepadaku di Stasiun Cawang Jakarta, pada suatu sore jelang magrib.
Gadis itu tak beralas kaki alias nyeker.
"Nggak. Mau?" jawabku sambil menawarkan air mineral dan takjil kurma.
Gadis kecil itu menggeleng, dan menjauh pergi.

Namun di hari ketiga, gadis kecil ini menghampiri lagi dan akhirnya menerima pemberian takjil tersebut. Dalam sekian kalinya bertemu oleh anak kecil ini ia pun mengajak ngobrol sang anak.

"Om bagi-bagi gratis yah?" tanyanya.
"Iya, adek mau?" tanyaku.
Ia mengangguk dan mengambil sebotol air mineral dan kurma pemberianku. Kemudian pergi menjauh.

Dalam ranselnya tersebut ternyata terdapat 20-40 bungkus tisu sepulang sekolah mulai sore hari ia akan berjualan di stasiun cawang padahal rumahnya terletak di kawasan Depok.

Namun mirisnya jualan tersebut harus habis jika tidak anak ini akan dimarahi oleh bapaknya sehingga ia harus menggunu sampai kereta terakhir beroperasi yakni hingga jam 12 malem.

"Kalau nggak habis, saya dimarahin Bapak," katamya ringan.
"Jadi pulang jam brapa?" tanyaku.
"Nggak tentu. Bisa sampai kereta terakhir jam 12 malam, nunggu semua tisu terjual baru pulang," jawabnya.

"Serasa ditampar mendengar cerita gadis kecil ini. Banyak anak-anak sebayanya pulang sekolah asik bermain game, tidur siang ataupun bercanda dengan orangtuanya. Namun gadis kecil yang masih duduk di kelas 3 SD ini berjuang membantu ekonomi keluarganya. " tulisnya.

"Azan magrib pun memisahkan saya dan Amel, nama gadis kecil itu, yang tetap berpuasa meski panas dan lelah menderanya seharian." tambahnya.



Postingan tersebut menjadi viral, dipantau detikINET sudah ada sekitar 2 ribu komentar dengan 4 ribu shares. Banyak yang mendoakan perjuangan anak ini ada pula yang memaki kelakukan orangtuanya.

Sunny Shine: Smoga Allah Swt selalu melindungi mu Nak,mau nangis bacany,anak saya prempuan dua2ny serasa mlht anak saya

Riyawan Dwi Nugroho: Ya Allah lindungi selalu hambamu gadis kecil ini yg hebat..

Cucun Cunayah: Subhaan Allah.....moga esok mu indah nak.seindah mimpimu.

Cha Lutfiani: Ya Allah nak cantik,sini sama aq aja. Kasian sekali....

Fadriani: Smg jd anak sholeha, dan diberikan kebaikan dunia akhirat. Aamiin

Anna Maruzen: Gak ngerti yang ada di kepala orang tuanya. Apa jangan jangan gak punya otak yak?

Dya Zhang: orang tua edan

Fani Fabianto Ssl: Ini yang jadi bapaknya bgmn ? Bukannya die yg kerja mlh suruh anak kerja smpe jam 12 mlm. Koplak bner dah. Jadi laki nggk tanggung jawab bner.

Budi Pramunandi: Tega sekali orangtua itu ya. Itu bener berlokasi di Stasiun Cawang (jsn/rou)


Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed