Tetapi, Instagram tidak pernah menjelaskan bagaimana algoritmanya bekerja dalam menyusun feed penggunanya. Baru-baru ini Instagram menjelaskan cara kerja algoritmanya di depan wartawan.
Seperti dikutip detikINET dari TechCrunch, ada tiga faktor yang mempengaruhi apa yang pengguna lihat di feed Instagramnya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Recency: Seberapa baru post tersebut dibagikan, dengan post yang paling baru akan diprioritaskan.
3. Relationship: Seberapa dekat pengguna dengan akun yang membagikan sebuah post, dengan akun yang sering berinteraksi dengan pengguna mendapat ranking lebih tinggi.
Selain tiga faktor utama tersebut, ada juga tiga faktor tambahan:
1. Frequency: Seberapa sering pengguna membuka Instagram, maka post terbaik akan diperlihatkan sejak pengguna terakhir membuka Instagram.
2. Following: Jika pengguna mengikuti banyak akun maka pengguna akan melihat lebih sedikit post dari akun spesifik di feednya.
3. Usage: Lebih banyak waktu yang dihabiskan pengguna di Instagram maka lebih banyak post yang ia lihat, yang berarti Instagram akan menunjukkan post yang lebih lama.
Selain itu, Instagram juga menjelaskan beberapa pertanyaan dan mitos yang banyak beredar. Salah satu poin yang penting adalah Instagram saat ini tidak mempertimbangkan opsi untuk pengguna memilih menggunakan urutan kronologis. Karena Instagram merasa adanya opsi tersebut hanya membuat pengguna bingung akan pengaturan feednya.
Instagram juga tidak menyembunyikan post di feed pengguna. Pengguna akan bisa melihat semua post dari semua akun yang mereka ikuti jika pengguna terus menggulir ke bawah. (asj/asj)