BERITA TERBARU
Kamis, 31 Mei 2018 09:42 WIB

Dihajar Driver Grab, Gigi Penumpang Rontok

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Reuters Ilustrasi. Foto: Reuters
Singapura - Seorang driver dan penumpang Grab terlibat pertikaian di Singapura. Hingga menyebabkan sang penumpang giginya rontok dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Sang penumpang bernama Henry He bersama istri dan dua anaknya memesan Grab pada tanggal 12 Mei lalu dari rumahnya yang berlokasi di Yishun. Mendadak mereka bertengkar dan sang driver menghajar Henry sehingga 4 gigi depannya rontok serta mulutnya mengalami pendarahan.

Dikutip detikINET dari Strait Times, Henry menceritakan pertengkaran mereka bermula saat dia membatalkan pesanan Grab itu karena sang driver tidak mau membawa anaknya yang berumur 5 tahun.

Memang menurut hukum Singapura, anak seumur itu harus duduk di kursi khusus. Taksi sebenarnya tak perlu mengikuti aturan ini, tapi sang driver tetap tidak mau dan meminta Henry membatalkan pesanan.



Sang driver pergi, tapi kembali lagi. Kali ini dia marah karena Henry tak kunjung membatalkan pesanan. Henry pun berkata bahwa sang driver yang seharusnya melakukannya walau akhirnya dia setuju pihaknya yang melakukan pembatalan. Mendadak sang driver memukul Henry di wajah tanpa peringatan.

"Aku jarang mengendarai Grab dengan anakku jadi aku tidak tahu harus membawa kursi anak. Aku berasumsi sang driver yang akan membatalkan tapi aku shock karena pertengkaran jadi memanas dan dia memukulku," kisah Henry.

Henry langsung melapor polisi dan pergi ke rumah sakit. Karena giginya sebagian rontok, biaya pemulihan diestimasi mencapai 30 ribu dolar Singapura.

"Aku tak bisa berbicara atau makan dengan baik, luka ini membuat aku sangat tidak nyaman. Juga mempengaruhi interaksiku dengan orang lain, terutama di tempat kerja," tutur dia.



Henry pun berharap pihak Grab menanggung biayanya. Sedangkan polisi tengah memburu sang driver. Pihak Grab ketika dihubungi menyatakan siap bekerja sama penuh dengan polisi.

"Keamanan baik driver maupun penumpang adalah prioritas absolut kamu dan kami tidak menoleransi sikap seperti itu. Investigasi polisi sedang berlangsung dan kami bekerja sama penuh," kata juru bicara Grab. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed