Kamis, 31 Mei 2018 05:12 WIB

Belanja Online to Offline Diklaim Kurangi Was-was

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi belanja online. Foto: Thinkstock Ilustrasi belanja online. Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumen kerap dilanda gelisah setelah melakukan transaksi belanja online, lantaran menunggu barang pesanan datang. Nah, rasa was-was semacam ini diklaim tak akan dirasakan lagi jika si penjual menerapkan sistem transaksi online to offline dan offline to online alias O2O.

Marketing Communications Director Erajaya Djatmiko Wardoyo menyebutkan, sistem transaksi O2O memberikan kepastian. Saat konsumen datang ke toko, hampir dipastikan mereka mendapat barang yang dicari atau dibeli. Selain itu, mereka juga mendapatkan kepastian pengambilan barang.

"Kalau konsumen pilih mengambil di toko, mereka bisa atur sendiri kapan waktunya," kata pria yang kerap disapa Koko itu saat berbincang usai acara peluncuran layanan Omni Channel milik Erajaya, Jakarta, Rabu (30/5) malam.



Tapi, penerapan sistem transaksi O2O tidak mudah. Hal tersebut dirasakan pihak Erajaya kala mempersiapkan layanan Omni Channel yang mengintegrasikan bisnis lintas channel offline dan onlinenya.

Pihak Erajaya harus mengintegrasikan gudang-gudangnya, sehingga satu sama lain bisa mengetahui stok barang yang masih tersedia.

"Jika tidak nyambung bahaya. Misalkan ada satu stok di toko A, sementara di toko B ada transaksi tapi tidak ada stok. Kalau mau ambil, tentu stok di A harus dikunci. Kalau tidak dikunci, ada konsumen datang mau beli di toko A, sementara di toko B sudah bayar, pasti agak kusut," terang Koko.

Selain itu, setiap toko Erajaya kini dibuat online. Beberapa waktu lalu, mereka masih menerapkan sistem online on/off. Ketika akan disinkronkan baru sistem onlinenya dinyalakan. Waktu sikron pun bisa tiap beberapa jam sekali. Jadi, update yang diterima tidak seketika itu juga.

"Sekarang semuanya wajib online. Karena kalau tidak jadi, tak bisa mengetahui bahwa produk telah dibeli," kata Koko.

Lebih jauh, Koko mengatakan saat ini jaringan toko Erajaya Retail Group yang menyediakan layanan O2O meliputi Erafone, iBox, Urban Republic, Samsung Experience Store dan Erafone.com.



Saat ini transaksi Online to Offline dilakukan melalui toko online Erafone.com, lalu memilih mengambil smartphone di toko Erafone yang dipilih.

Sementara offline to online dilakukan dengan cara membeli Erafone dan pengiriman barang yang dibeli ke rumah atau alamat yang dikehendaki. Penerapan O2O pun akan diterapkan di toko online Erajaya di sejumlah e-Commerce.

"Kami sudah merencanakan bertemu dengan sejumlah partner e-commerce untuk menggodok ini," pungkas Koko.

Saksikan video Layanan O2O Jadi Strategi Bisnis Gabungan Online Offline di sini:

[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed