Rabu, 30 Mei 2018 23:14 WIB

YouTube Bersih-bersih Video Musik Terkait Kekerasan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: webchaat Foto: webchaat
Jakarta - Setelah menerima komplain dari Polisi Metropolitan London, Inggris, YouTube akhirnya menghapus 30 video musik dari platformnya.

Dari laporan tersebut, dijelaskan bahwa 30 video musik tersebut yang dianggap memiliki lirik yang kontroversial, di mana dapat memicu kekerasan di dunia nyata.

Kepolisian London melihat ada kaitan antara meningkatnya penusukan dan pembunuhan yang melibatkan geng-geng di London dengan genre musik rap yang disebut drill. Video musik drill biasanya memperlihatkan gambar dan lirik yang mengagungkan kekerasan.

Dalam dua tahun terakhir, Scotland Yard telah meminta YouTube untuk menghapus antara 50 hingga 60 video. Dari jumlah tersebut, YouTube telah menghapus 30 video, seperti dikutip detikINET dari The Guardian, Rabu (30/5/2018).

Mendapat laporan itu, YouTube sendiri telah berkomitmen untuk bekerjasama dengan pihak berwajib. Kedua belah pihak berupaya untuk menyaring video yang terkait dengan kejahatan yang melibatkan pisau (knife crime) di Inggris.

"Kita bekerja dengan Polisi Metropolitan, kantor walikota untuk menjaga ketertiban, Departemen Dalam Negeri dan kelompok komunitas untuk memahami isu ini dan memastikan kita dapat menindak konten yang terkait geng yang menyalahi pedoman komunitas kami atau melanggar hukum," jelas juru bicara YouTube.

Selain itu, anak perusahaan Google ini juga memiliki jalur khusus untuk polisi agar bisa melaporkan langsung konten kekerasan karena perusahaannya membutuhkan konteks spesialis dari penegak hukum untuk mengidentifikasi ancaman yang sesungguhnya.

Semua ini dilakukan YouTube sebagai bentuk penegasan untuk tidak ingin platformnya digunakan jadi wadah guna menghasut kekerasan. (agt/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed