Disinyalir Punya Potensi Besar
Inggris Bakal Jadi Raksasa Hi-Tech?
- detikInet
Jakarta -
Inggris, negara para ratu dan raja kerajaan Buckingham, dikabarkan akan menjadi salah satu negara raksasa teknologi canggih (hi-tech) dunia. Pernyataan ini dikemukakan para analis Deloitte. Alasannya?Berdasarkan data-data yang dikumpulkan oleh perusahaan analis Deloitte, Inggris berpotensi untuk jadi yang terdepan di bidang teknologi. Hal ini akan terwujud jika negeri konservatif itu meningkatkan kekuatannya di sektor ilmu alam dasar, riset dan keuangan.Namun kesempatan untuk menciptakan iklim hi-tech di Inggris, akan hilang begitu saja jika tidak ada kerjasama yang solid antara para ahli teknologi, akademisi, ahli keuangan dan pemerintah.Berdasarkan laporan Deloitte yang dilansir BBC News dan dikutip detikinet Jumat (15/7/2005), sekarang ini Inggris memiliki dasar ilmu pengetahuan yang kuat, komunitas inovator terkemuka, tingkat ekonomi dan keadaan pasar uang yang diperhitungkan di dunia.Saat ini yang perlu diusahakan Inggris adalah bagaimana menyiasati agar potensi yang dimilikinya itu bisa membawa negaranya menjadi pemimpin teknologi yang mendunia. Pernyataan ini dikemukakan oleh lebih dari 50 pembentuk opini teknologi paling top di Inggris.William Touche, mitra teknologi Deloitte yang juga salah seorang penulis laporan terkait menyebutkan, Inggris telah lebih dulu menjadi kompetitor kuat dalam bidang penelitian sel batang, bioteknologi, mikro-elektronik, desain semi-konduktor, software dan opto-elektronik.Demi mensejajarkan sebuah perusahaan teknologi tinggi Inggris dengan raksasa teknologi seperti halnya Microsoft, berbagai pihak harus bergotong-royong. Kuncinya adalah sinergi dan komunikasi yang kuat antara orang-orang yang terlibat dalam sektor teknologi Inggris dengan pemerintah, riset, bisnis dan pihak keuangan. Ditambah lagi dengan strategi komunikasi yang lebih baik untuk lebih giat mempromosikan diri. Faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah meyakinkan kalangan pendidik agar materi yang mereka ajarkan dapat diterapkan secara komersil.Campur tangan pemerintah dalam hal pendanaan riset pun dinilai penting. Dari segi bisnis, perusahaan-perusahaan penyedia modal sebaiknya mengakhiri ketidakpercayaan mereka akan perusahaan teknologi, pasca jatuhnya era dotcom belakangan ini."Waktu yang tersedia bagi Inggris untuk mengubah negaranya menjadi surga teknologi tinggi sudah hampir habis. Seiring dengan Cina dan India yang tengah menggodog sumber daya manusia mereka menjadi lebih terdidik," demikian Touche mengakhiri.
(ien/)