Rabu, 23 Mei 2018 10:12 WIB

Disidang Parlemen Eropa, Zuckerberg Dianggap Mengecewakan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Zuckerberg menghadap parlemen Eropa. Foto: Reuters Zuckerberg menghadap parlemen Eropa. Foto: Reuters
Brussels - 'Tur permintaan maaf' Mark Zuckerberg pasca skandal Cambridge Analytica terus berlanjut. Pemberhentian kali ini adalah audiensi dengan anggota Parlemen Eropa di Brussels, Belgia.

Audiensi ini dimulai dengan anggota Parlemen Eropa mengemukakan pertanyaan selama 60 menit. Kemudian bos dan pendiri Facebook itu hanya memiliki waktu 30 menit untuk menjawab semua pertanyaan tersebut.

Pertanyaan yang dilontarkan anggota Parlemen Eropa memang lebih spesifik dan kritis dibanding pertanyaan saat audiensi di depan Konggres Amerika Serikatbulan lalu. Seperti pertanyaan anggota Parlemen Eropa dari Belgia, Guy Verhofstadt, tentang apakah Facebook telah melanggar hukum antimonopoli di Eropa, seperti dikutip detikINET dari CNET, Rabu (23/5/2018).

Ketika ditanya mengenai konsep bahwa Facebook tidak memiliki bias terhadap salah satu ide politik, Zuckerberg menjawab bahwa ucapan kebencian, teror dan kekerasan tidak memiliki tempat di layanan mereka.



Kemudian ia menambahkan bahwa Facebook sedang mengembangkan alat berbasis AI untuk mengidentifikasi konten-konten dari ISIS.

Ketika ditanya tentang Facebook yang digunakan sebagai alat untuk mengintervensi pemilihan umum, Zuckerberg menjawab bahwa Facebook tidak akan bisa sempurna.

"Musuh kita, terutama dari sisi pemilihan umum - orang-orang yang berusaha untuk mengintervensi - akan memiliki akses terhadap alat AI yang sama dengan kita. Jadi ini merupakan perlombaan bersenjata, dan kita akan terus bekerja untuk tetap berada di depan," jawabnya.

Banyak pertanyaan yang fokus kepada komitmen Facebook terhadap General Data Protection Regulation (GDPR) yang akan diberlakukan pada 25 Mei 2018. Namun, Zuckerberg tidak menjawab pertanyaan tersebut secara gambang.

Audiensi ini lebih singkat, hanya 90 menit, dibandingkan dengan audiensi sebelumnya di depan Kongres Amerika Serikat yang berlangsung dua hari. Dan banyak pertanyaan yang tidak terjawab.

"Saya menanyakan 6 pertanyaan yang bisa dijawab dengan ya atau tidak dan saya tidak mendapatkan satu jawaban pun," kata anggota Parlemen Eropa dari Belgia, Philippe Lamberts.

"Saya akan memastikan kami akan menindaklanjuti dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam beberapa hari ke depan" jawab Zuckerberg. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • YouTube Pulih, Netizen Gembira

    YouTube Pulih, Netizen Gembira

    Rabu, 17 Okt 2018 10:25 WIB
    Setelah sempat tumbang sekitar 45 menit, YouTube saat ini sudah pulih dan bisa diakses. Tumbangnya YouTube terjadi di versi website dan aplikasi mobile.
  • Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Rabu, 17 Okt 2018 09:39 WIB
    Layanan YouTube down pada Rabu (17/10/2018) pagi WIB ini. Berikut penjelasan pihak YouTube mengenai masalah tersebut.
  • iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    Rabu, 17 Okt 2018 09:20 WIB
    Pada Jumat (19/10/2018), iPhone XR mulai dibuka pemesanan awalnya. Meski keran pre-order belum sampai di Indonesia, ponsel ini sudah mengantongi restu Kominfo.
  • YouTube Down di Sejumlah Negara

    YouTube Down di Sejumlah Negara

    Rabu, 17 Okt 2018 09:10 WIB
    Situs berbagi video terbesar di dunia, YouTube, dipastikan tumbang alias tidak dapat diakses. Kejadian ini menimpa pengguna di berbagai negara.
  • YouTube Dilaporkan Tumbang

    YouTube Dilaporkan Tumbang

    Rabu, 17 Okt 2018 09:00 WIB
    Pengguna akan melihat pesan error saat mencoba melakukan beragam fungsi di YouTube. Termasuk login, upload atau memutar konten.
  • Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Rabu, 17 Okt 2018 08:42 WIB
    Twitter cukup kewalahan dalam mengatasi konten yang berisikan tentang ujaran kebencian. Menghadapi isu tersebut, mereka tengah merancang jurus jitunya.
  • WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    Rabu, 17 Okt 2018 07:59 WIB
    WhatsApp memperbarui fitur 'Delete for Everyone'. Update yang diberikan terkait batasan waktu pengguna bisa menghapus pesan yang terlanjur terkirim.