Selasa, 22 Mei 2018 11:35 WIB

Ajak Trump Bukber di Palestina, Iklan Ramadan Ini Viral

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Iklan ramadan yang viral. Foto: YouTube Iklan ramadan yang viral. Foto: YouTube
Jakarta - Sebuah iklan bertema Ramadan menjadi viral lantaran isinya yang seakan 'menampar' para pemimpin di seluruh dunia, mulai dari Donald Trump hingga Kim Jong-un.

Salah satu perusahaan telekomunikasi asal Kuwait, Zain, membuat sebuah iklan bertema Ramadan yang viral di media sosial. Hal tersebut lantaran pesannya sangat menyentuh, sekaligus jadi tamparan bagi para pemimpin dunia terhadap sejumlah kekacauan di beberapa negara.

Iklan yang berdurasi selama 3 menit 39 detik ini dimulai ketika seorang anak laki-laki memasuki ruang kerja Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Setelah mengucapkan "Ramadan Kareem" kepada Trump, ia mengajak Presiden AS ke 45 itu untuk mengikuti iftar bersamanya.

Iftar merupakan jamuan makan yang dilakukan saat momen berbuka puasa. Mirisnya, anak laki-laki itu mengatakan bahwa Trump bisa ikut Iftar asal ia menemukan rumahnya di dalam tumpukan debu. Hal tersebut dimaksudkan bahwa anak itu merupakan warga negara konflik yang rumahnya telah hancur.



Setelahnya, anak kecil tadi tampak berada di sebuah meja makan bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin. Di sana, mereka mendengarkan azan dan lonceng gereja yang bersahut-sahutan, seraya melihat ke arah dua tempat peribadatan dua agama tersebut.

Pada saat itu, anak tersebut berkata kepada Putin bahwa seluruh agama sejatinya adalah sama. Semua pemeluk agama sama-sama menyembah Tuhan untuk dapat meraih Surga-Nya.

Kemudian, bocah laki-laki tersebut terlihat tengah duduk di tepi laut, yang disusul datangnya sejumlah kapal kecil berisikan banyak orang ke arahnya. Tak lama, muncul dua sosok pemimpin dunia, Angela Merkel selaku Kanselir Jerman dan Justin Trudeau yang merupakan Perdana Menteri Kanada.

Hal tersebut merujuk pada kejadian yang menimpa Alan Kurdi, bocah tiga tahun asal Suriah, yang ditemukan meninggal di tepi laut setelah berusaha mencari suaka. Kanada merupakan salah satu lokasi yang sudah dicapainya, namun negara tersebut menolak kedatangannya dengan alasan belum dilengkapinya berkas-berkas.

Kejadian itu membuat dunia heboh. Banyak surat kabar internasional memuat mayat Alan Kurdi pada halaman muka. Bahkan, di Frankfurt, Jerman, sempat dibuat mural besar yang menampakkan mayat dari Alan Kurdi. Hal ini memancing Trudeau dan Merkel untuk berusaha membuka pintu bagi para imigran dan pengungsi agar dapat masuk ke negaranya.

Di bagian tersebut, bocah laki-laki ini mengatakan bahwa seharusnya orang-orang tersebut dapat sampai di tanah yang diimpikan (suaka) tanpa perlu adanya seorang anak yang menghiasi halaman muka di berbagai media cetak.

Lalu, anak laki-laki yang merupakan pemeran utama dalam iklan tersebut tampak duduk di ranjang. Ia bercerita tidak bisa tidur lantaran setiap memejamkan mata terdengar suara bom dan diikuti api serta asap yang memenuhi kamarnya. Presiden Korea Utara, Kim Jong-un, yang tampak di dalam kamar bersama anak tersebut, sampai dibuat berkaca-kaca mendengar cerita pilunya itu.

Setelahnya, video berlanjut dengan menampilkan para pengungsi Rohingnya, Myanmar, yang tampak tengah berjuang untuk mencari suaka. Anak kecil tadi menyebut dirinya dan para pengungsi lain merupakan orang-orang yang dijauhi. Ia pun menambahkan bahwa suara mereka tidak didengar oleh dunia.



Kemudian, iklan tersebut kembali memperlihatkan anak laki-laki tadi kembali bersama Trump. Setelah tadi sempat mengundangnya untuk mendatangi iftar, ia menambahkan bahwa jamuan makan tersebut akan dilangsungkan di Al-Quds, Ibu Kota dari Palestina.

Hal ini seakan jadi bentuk protes terhadap AS yang belum lama ini membuka Kedutaan Besar (Kedubes) di Yerusalem, Israel, atau Al-Quds sebagaimana diakui oleh warga Palestina merupakan daerah negaranya. Keputusan ini pun membuat AS tampak mengakui bahwa Yerusalem, yang terus diperebutkan oleh kedua negara tersebut, merupakan daerah kekuasaan Israel.

Dibukanya Kedubes AS di Yerusalem sekaligus menjadi pemicu konflik yang bertempat di Gaza. Warga Palestina melakukan demo menolak dibukanya Kedubes AS di sana. Aksi tersebut pun berujung pada tewasnya tak kurang dari 60 masyarakat Palestina oleh tentara Israel.

Iklan ini pun sudah ditonton lebih dari 4 juta kali di YouTube dan menjadi obrolan di media sosial. Di Twitter, baik netizen dalam negeri maupun internasional mengatakan bahwa pesan yang disampaikan iklan tersebut sangat kuat dan menyentuh.

























Video:
(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed