Tumpas Terorisme, Uni Eropa Perketat Ponsel dan Internet
- detikInet
Jakarta -
Juru bicara Uni Eropa mengatakan, pihaknya tengah mencari cara untuk memperkenalkan undang-undang yang mengharuskan catatan pemakaian ponsel dan internet disimpan. Langkah ini diambil untuk lebih mengintensifkan aksi melawan terorisme, pasca ledakan bom di London.Cnet News.com yang dikutip detikinet, Rabu (13/7/2005) melansir, saat ini para petinggi Komisi Eropa sedang menyusun proposal untuk mengharmonisasikan peraturan untuk menyimpan catatan telepon, ponsel dan e-mail. Proposal ini akan dilewatkan di 25 negara.Proposal tersebut diperkirakan akan memakan waktu sampai tiga tahun, karena memerlukan persetujuan dari Parlemen Eropa. Parlemen dikenal sensitif terhadap masalah hak asasi dan lebih terbuka untuk dilobi oleh perusahaan telekomunikasi. Komisi mengatakan saat ini mereka sedang mencari keseimbangan antara keamanan dan perang melawan hak pribadi masyarakat, jika data-data mereka harus diserahkan untuk kepentingan investigasi.Inggris, didukung oleh Irlandia, Prancis dan Swedia, telah menghubungi Uni Eropa untuk menyetujui peraturan baru yang mengatur hal ini.Juru bicara Komisi Eropa bidang keadilan, Friso Roscam-Abbing mengatakan, "kami harus membuat pilihan. Uni Eropa telah memilih hal yang harus dilaksanakan". Setelah adanya pemboman Madrid pada bulan Maret 2004 yang membunuh 191 orang, empat pernyataan Uni Eropa menyarankan bahwa telekomunikasi data harus disimpan secara berkala minimal setiap satu tahun.Komisi merekomendasikan periode enam bulan sampai setahun untuk mengurangi biaya penyimpanan. Pejabat Uni Eropa akan mendiskusikan tentang penyimpanan data pada pertemuan selanjutnya untuk mempercepat kerjasama anti teroris setelah adanya empat bom di London yang menewaskan 50 orang.Dalam penyelidikan terorisme, investigator ingin mengecek nomor yang dihubungi, termasuk panggilan yang gagal, dan alamat-alamat yang dihubungi di internet
(epi/)