BERITA TERBARU
Jumat, 11 Mei 2018 15:11 WIB

Demi Materi Belajar Jempolan, Ruangguru Kerahkan 500 Orang

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: AFP Photo/Biju Boro Foto: AFP Photo/Biju Boro
Nusa Dua - Perjuangan startup Ruangguru membantu pendidikan di Indonesia boleh diacungi jempol. Bagaimana tidak, 500 orang mereka kerahkan demi memvideokan materi pelajaran selama 12 tahun.

CEO sekaligus Co-Founder Ruangguru Adamas Belva Syah Devara mengatakan, membuat konten di platformnya tidaklah gampang. Mereka harus mempekerjakan 500 orang karyawan yang terbagi dalam sejumlah tim.

Tim pengembangan yang paling banyak personilnya. Mereka kemudian terbagi lagi menjadi tim kecil sesuai mata pelajaran. Tiap hari orang-orang di dalamnya saling berdebat bagaimana mereka membuat konten yang tepat, baik dari metode pengajarannya hingga isinya.


"Bisa dibayangkan itu tidak gampang, kami seperti memvideokan 12 tahun belajar. Tidak sekadar divideoin, dikasih animasi, dibikin storyboard. Kayak bikin film yang panjangnya 12 tahun," kata pria yang kerap disapa Belva itu saat ditemui di sela-sela acara 1st NextIcorn Internasional Summit yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

CEO & Co-Founder Ruangguru Adamas Belva Syah DevaraCEO & Co-Founder Ruangguru Adamas Belva Syah Devara. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman


Tapi kucuran keringat tim Ruangguru setidaknya terbayar melihat peningkat jumlah pengguna. Awal tahun lalu, jumlah pengguna mencapai 3 juta orang. Dalam kurun empat bulan bertambah lebih dari dua kali lipatnya, yakni 8 juta pengguna.

Belum Butuh Pendanaan

Kendati hadir di gelaran NextICon, Ruangguru belum mencari pendanaan tambahan. Sebab mereka belum lama telah mendapat dana segar dari investor.

"Kami baru mendapat pendanaan pada pertengahan 2017. Selama tiga bulan ini pengguna Ruangguru meledak. Jadi belum butuh dana lagi, karena sudah cukup. Kalaupun mencari dana masih tahun depan atau tahun depannya lagi," ungkap Belva.


Pria jebolan Standford dan Harvard ini berpendapat pendanaan memang cukup penting bagi startup. Tapi yang tak kalah pentingnya adalah sustainable dan bisa provitable. Menurutnya akan percuma bila sudah mendapat pendanaan banyak tapi masih merugi terus menerus.

Untuk beroperasi lagi, harus terus dicari pendanaan. Namun akan lebih baik bila mengambil pendanaan sedikit tetapi bikin bisnis besar dan menguntungkan.

"Itulah kami tidak mau pendanaan sering-sering. Kami sangat-sangat hemat, sangat-sangat berpikir jika ingin spend. Kami ingin besar dengan tanpa pendanaan yang besar," ujar Belva.

Kelas Virtual Karyawan

Dalam kesempatan ini, Belva turut mengungkap layanan baru yang hadir di Ruangguru. Bernama Ruangkerja, sebuah kelas virtual untuk para karyawan, seperti apa?

Pria berusia 27 tahun itu menjelaskan, selama ini layanan Ruangguru diperuntukan bagi murid SD, SMP dan SMA. Kini perusahaan bisa memanfaatkan platform di Ruangguru untuk melakukan pelatihan online karyawannya.

"Konsepnya seperti layanan yang sudah ada di Ruangguru. Tapi yang tadinya pelajarannya matematika, kimia dan lain-lain, menjadi perlajaran corporate, seperti marketing, sales, leadership dan communication," papar pria yang kerap disapa Belva itu saat ditemui di sela-sela acara 1st NextIcorn Internasional Summit yang berlangsung di Nusa Dua, Bali.

Sayangnya, Ruangkantor belum dirilis resmi. Rencananya Ruangguru akan meluncurkannya pada Juli atau Agustus mendatang. Pun begitu, sudah ada perusahaan yang sudah memanfaatkan platform ini.

"Saat ini baru Pertamina. e-Learning mereka menggunakan platform Ruangkelas. Saat ini juga kami tengah melakukan penjajakan ke perusahaan lain," pungkas Belva. (jsn/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed