Kamis, 03 Mei 2018 15:06 WIB

Orang Indonesia Hobi Nonton Video Makanan Saat Ramadan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: iStock
Jakarta - Ramadan segera tiba. Ada yang menarik di bulan berpuasa umat Muslim ini, salah satunya mengenai tren mengkonsumsi video streaming di kalangan pengguna internet Indonesia.

Industry Analyst Google Indonesia Yudhistira Adi Nugroho mengatakan, orang Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton video di YouTube saat Ramadan. Informasi ini didapat berdasarkan analisis Google mengenai kebiasaan orang Indonesia di bulan puasa pada 2017.

"Perbandingan waktu nonton YouTube selama Ramadan dengan bulan reguler, itu ada peningkatannya sampai 50%," ujar Yudhistira di Kantor Google Indonesia, Gedung Pacific Century Place, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Trafik peningkatan akses video online ini mulai terasa sejak dua bulan sebelum memasuki bulan puasa. Tren pertumbuhan konsumsi video tersebut melonjak di minggu pertama Ramadan, terus menurun di minggu Lebaran, dan meningkat lagi setelah Lebaran.

Orang Indonesia Hobi Nonton Video Makanan Saat RamadanFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET


Konten video bertemakan religi jadi salah satu yang diburu di bulan Ramadan. Variasinya pun beragam, mulai dari kategori musik, kecantikan, komedi, hingga resep makanan.

"Misalnya ada YouTuber musik yang biasanya membawa lagu beatbox tapi saat Ramadan jadi nuansa religi namun tetap alirannya beatbox biar dapat kesan Ramadannya. Ada juga YouTuber Edho Zell dan Raditya Dika yang membawa tema Ramadan," tutur Yudhistira.

Yudhistira menjelaskan, dari kenaikan trafik video di bulan Ramadan, tema makanan mendominasi perburuan netizen. Sayangnya, fakta tersebut tidak mengungkap lebih detil berapa persentasenya.

"Makanan paling tinggi, mungkin karena ada ibu rumah tangga yang ingin masak, bisa jadi ini adalah Ramadan pertamanya menjadi ibu, sehingga buka YouTube untuk mencari resep makanan. Tapi, setelah digali lebih lanjut, ternyata ada juga yang hanya 'cuci mata' saja melihat video makanan," tuturnya.

Temuan ini merupakan hasil riset baru dari Google dan Asian Consumer Intelligence tentang pemanfaatan teknologi oleh masyarakat muslim selama bulan Ramadan.

Google bekerja sama dengan dengan lembaga riset strategis, menyurvei 500 responden dan mewancarai 20 narasumber, masing-masing di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini juga mengkaji data Penelusuran Google dan YouTube untuk melihat pola dan tren yang berkembang. (rns/rns)