Rabu, 02 Mei 2018 14:22 WIB

Perusahaan Ini Tutup Karena Aturan Powerbank di Pesawat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Ilustrasi (detikcom) Foto: Ilustrasi (detikcom)
Jakarta - Bluesmart sempat naik daun, tepatnya sejak mereka berkampanye di Kickstarter pada 2014, dan berhasil menggalang dana sebesar USD 4,1 juta. Namun kini mereka terpaksa menutup perusahaannya itu.

Di Kickstarter, Bluesmart adalah nama yang cukup tenar dengan produk berupa koper yang dilengkapi dengan powerbank dan berbagai fitur lain seperti Bluetooth, GPS, koneksi 3G untuk mendeteksi lokasi koper, sensor berat, dan mekanisme pengunci otomatis.

Namun nasibnya kini terpuruk dan terpaksa menutup perusahaannya. Penyebabnya? Aturan hampir semua maskapai penerbangan di Amerika Serikat yang melarang penumpangnya untuk menyimpan baterai lithium ion di bagasi pesawat, karena berisiko terbakar.



Hal serupa juga pernah membuat FAA melarang penumpang membawa laptop pada bagasi pesawat, karena mempunyai baterai lithium ion yang cukup besar, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Rabu (2/5/2018).

Bluesmart memang memberikan cara-cara untuk melepas baterai dari kopernya itu pada pengguna agar kopernya bisa dimasukkan ke dalam bagasi. Namun hal itu tentu membuat koper pintar itu menjadi tak pintar lagi, alias menjadi koper biasa.

"Hal ini membaut perusahaan berada dalam kondisi bisnis dan finansial sulit yang tak bisa diputarbalikkan," ujar Bluesmart dalam keterangan persnya.



Mereka pun menjual teknologi, desain, merek dan properti intelektualnya pada Travelpro, pembuat koper yang biasa dipakai oleh para awak kabin serta frequent flier. Bluesmart pun menghentikan dukungan garansinya, namun tetap menyediakan panduan kerusakan terhadap para konsumennya.

Konsumennya pun bisa meminta refund atas koper yang mereka beli, namun hal itu harus dilakukan melalui perusahaan pihak ketiga. Untuk pengguna yang masih bersikukuh menggunakan koper Bluesmart, server dan aplikasi mereka masih akan aktif sampai beberapa bulan ke depan, namun kualitas dan fungsinya akan dikurangi secara bertahap. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed