BERITA TERBARU
Rabu, 02 Mei 2018 13:07 WIB

Dua Pendirinya Sudah Hengkang, WhatsApp Banjir Iklan?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi WhatsApp. Foto: Getty Images Ilustrasi WhatsApp. Foto: Getty Images
Jakarta - Kepergian para pendiri WhatsApp dikhawatirkan membuat layanan messaging terbesar di dunia ini tidak lagi punya penjaga. Dalam arti, iklan diprediksi bakal makin banyak lalu lalang.

Seperti diberitakan, Jan Koum baru saja mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO WhatsApp. Ia mengikuti jejak pendiri WhatsApp lainnya, Brian Acton, yang telah lengser pada akhir tahun lalu.

Kedua pendiri WhatsApp itu dikenal tegas dalam menjaga layanan WhatsApp bebas iklan sekaligus tidak ingin privasi penggunanya terganggu. Kini setelah mereka pergi, bukan tak mungkin Facebook akan leluasa membanjiri WhatsApp dengan iklan.



"Kami sudah diberitahu oleh beberapa pihak bahwa jika Jan pergi, itulah saatnya iklan akan muncul," sebut analisis dari Barclays yang dikutip detikINET dari CNBC.

Menurut Barclays, ada tensi dari pendiri WhatsApp dan Facebook soal bagaimana menghasilkan uang dari platform tersebut. Kini setelah Koum pergi, Facebook mungkin akan langsung memanfaatkannya untuk meraup uang dari WhatsApp, salah satunya dengan iklan yang agresif.

Meski model bisnisnya belum jelas, jumlah pengguna WhatsApp yang saat ini sudah tembus 1,5 miliar jelas sasaran iklan empuk yang agaknya takkan dilewatkan oleh Facebook.

Bahkan pihak Facebook sendiri sudah terang-terangan bahwa WhatsApp akan lebih terbuka pada iklan. Hal itu diungkapkan oleh David Marcus selaku Vice President of Messaging Product Facebook.



"Soal iklan, kami tentu akan membuat WhatsApp lebih terbuka," kata Marcus tanpa menyebut detailnya lebih lanjut.

"Kita akan memiliki kemampuan untuk memungkinkan perusahaan lebih besar, tidak hanya bisnis kecil, untuk mengintegrasi API baru untuk mengirim dan menerima pesan dengan orang di platform WhatsApp," tambahnya.

Saksikan video 20Detik tentang WhatsApp di sini:

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed