Senin, 23 Apr 2018 11:31 WIB

Pavel Durov 'Hujani' Rusia dengan Pesawat Kertas, Mau Apa?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Telegram Foto: Telegram
Jakarta - Tak henti-hentinya Bos Telegram ini melakukan perlawanan terhadap Rusia. Kali ini, ia mengajak masyarakat untuk 'menghujani' Rusia dengan pesawat kertas.

Pavel Durov kembali membuat sensasi dengan mengajak seluruh pengguna Telegram di Rusia untuk menerbangkan pesawat kertas. Hal ini dilakukannya sebagai upaya perlawanan lanjutan dari sikap pemerintah Rusia yang memblokir platform berbagi pesan besutannya tersebut.

"Selama tujuh hari terakhir Rusia telah mencoba untuk memblok Telegram di bawah daerah kekuasannya, yang nyatanya belum membuahkan hasil. Saya sangat senang kami dapat selamat dari upaya agresif Rusia untuk membatasi penggunaan internet dengan hampir 18 juta alamat IP telah diblokir," tulis Durov dalam sebuah unggahan melalui akun Telegram miliknya.



"Jika kamu tinggal di Rusia dan mendukung kebebasan internet, terbangkan pesawat kertas dari jendelamu pada pukul 19.00 waktu setempat. Tolong kumpulkan pesawat kertas tersebut di lingkunganmu satu jam setelahnya. Ingat, hari ini adalah Hari Bumi," tulisnya menambahkan.

Pemilihan untuk menerbangkan pesawat kertas pun bukannya tanpa alasan, mengingat benda tersebut merupakan logo dari Telegram itu sendiri. Aksi tersebut seakan menegaskan bahwa kehadiran Telegram di Rusia masih ada dan tidak mampu digoyahkan oleh pemerintah sekalipun.


Bos Telegram Pavel DurovBos Telegram Pavel Durov Foto: Ari Saputra

Unggahan Durov itu pun mendapatkan respons yang cukup positif dari para pengguna Telegram. Hal ini terlihat dari unggahan berikutnya yang menunjukkan sebuah titik yang tampak 'dihujani' oleh pesawat kertas dari beberapa apartemen.

"Terima kasih dukungannya, Rusia. Ini bisa menjadi tradisi mingguan. Dimohon untuk tidak lupa membersihkannya," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Upaya ini juga merupakan bagian dari gerakan Ketahanan Internet (Digital Resistance) yang sudah disuarakannya sebelum ini. Ia pun berterima kasih kepada seluruh anggota yang bergabung dalam menggunakan proxy dan VPN, sekaligus membagikannya kepada rekanannya yang lain di Rusia. Menurutnya, kedua layanan tersebut akan dibutuhkan ketika Rusia benar-benar menjalankan penyensoran internet dalam skala besar.

Sebelumnya, melalui akun Instagram miliknya, Durov mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya tengah bertelanjang dada sebagai bentuk protes terhadap keputusan Roskomnadzor, lembaga nasional yang bertanggung jawab dalam sektor komunikasi dan media massa, yang memblokir akses user terhadap Telegram pekan lalu.

(afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed