Netizen Patungan Belikan Kasur untuk Elon Musk

Netizen Patungan Belikan Kasur untuk Elon Musk

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Kamis, 19 Apr 2018 06:50 WIB
Foto: Istimewa/Hyperloop/The Boring Company/Geety Images
Jakarta - Kesibukannya menyelamatkan produksi mobil buatan Tesla membuat Elon Musk harus tidur di lantai pabrik. Hal ini ternyata memancing empati netizen.

Seperti diketahui, di tengah-tengah kendala produksi yang dialami Tesla, sang CEO Elon Musk adalah sosok yang paling tersiksa akan hal tersebut.

Dalam wawancara bersama Gayle King pada acara CBS This Morning, Elon Musk mengaku dirinya sering harus tidur di lantai pabrik selama mengurusi produksi Tesla Model 3.



Walau sejatinya pabrik Tesla memiliki ranjang, pria berjuluk Iron Man di dunia nyata tersebut mengatakan ukuran ranjang di tempatnya bekerja terlalu sempit sehingga dirinya memilih untuk tidur di lantai pabrik.

Sejumlah orang kemudian melakukan penggalangan dana agar dapat membelikannya ranjang baru. Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui laman GoFundMe, yang sampai saat ini sudah mencapai lebih dari USD 4.800 (Rp 66 juta), melewati target awal pada USD 1.000.

Padahal, aksi ini baru berlangsung dalam satu hari saja. Angka tersebut dapat terhimpun berkat partisipasi dari tak kurang 350 orang yang telah menyumbang.

"Elon Musk telah mentransformasi dunia kita dengan menggalakkan energi ramah lingkungan dan moda transportasi terbarukan. Baru-baru ini, ia tidur di pabrik di Freemont untuk meningkatkan produksi Tesla Model 3. Sebagai sebuah komunitas, kami tidak dapat membiarkan hal ini terjadi. Ayo bergabung dalam membelikan Elon ranjang baru untuk ia tidur!," tulis keterangan dalam laman tersebut.

Namun penggalangan dana ini juga menimbulkan sejumlah reaksi negatif dari netizen. Hal tersebut dikarenakan aksi ini seakan tak masuk akal karena pria yang juga menjabat sebagai CEO dari SpaceX dan The Boring Company itu memiliki kekayaan senilai USD 19,2 miliar, atau lebih dari Rp 264 triliun.



"Dengan uang segitu banyak, tentunya Elon bisa membeli ranjang semahal apapun yang ia mau. Ada apa dengan orang-orang sekarang?!," begitulah rangkuman dari suara yang dituangkan warganet terhadap 'kegilaan' gerakan tersebut.











(rns/rns)