Minggu, 15 Apr 2018 15:40 WIB

Tesla Krisis, Robot Jadi Kambing Hitam Elon Musk

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Elon Musk yang kerap dijuluki Iron Man Foto: Elon Musk yang kerap dijuluki Iron Man
Jakarta - Elon Musk yang dikenal skeptis dengan kecerdasan buatan kini menyalahkan robot sebagai biang keladi dari krisis Tesla saat ini.

Tesla diketahui tengah dilanda masalah produksi terhadap salah satu mobil listrik buatannya, yaitu Model 3. Krisis yang melanda perusahaan asal Palo Alto, California tersebut diakui oleh Elon Musk salah satunya disebabkan oleh robot.

Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah wawancara dengan Gayle King dari CBS. Ketika ditanya oleh King apakah para robot dapat memperlambat proses produksi dalam sejumlah kasus, ia pun mengakui hal tersebut.

Menurutnya, otomatisasi yang diterapkan dalam proses produksi mobil-mobil Tesla malah justru membawa petaka. "Kami memiliki jaringan sabuk konveyor yang sangat kompleks, dan itu tidak bekerja," ucapnya.



Selain itu, melalui akun Twitter pribadinya, ia pun mengakui bahwa otomatisasi di dalam Tesla sudah melewati batas. "Otomatisasi yang berlebihan di Tesla merupakan sebuah kesalahan. Untuk lebih tepatnya, itu merupakan kesalahan saya," tulisnya.

Dalam kicauan yang sama, pria berjuluk Iron Man tersebut juga menyebutkan bahwa sumber daya manusia sudah diremehkan dengan kehadiran robot-robot yang mampu menggantikannya.

Tesla diketahui telah gagal memenuhi target pembuatan dari Model 3. Dalam periode 28 Maret - 3 April, Tesla hanya mampu memproduksi 2.020 Model 3. Angka tersebut masih tertingal lebih dari 400 unit dari target 2.500 mobil yang bisa diproduksi dalam periode selama tujuh hari itu.

Hal ini pun membuat harga saham Tesla sempat anjlok ke angka USD 252 pada awal April. Padahal, nilai saham dari perusahaan yang didirikan pada 2003 tersebut selalu berada di atas USD 300 sejak awal November 2017.



Meski begitu, di tengah krisis yang melanda Tesla dalam produksi Model 3, Elon Musk justru mengklaim bahwa perusahaan besutannya tersebut memiliki keuangan yang cukup baik agar tak lagi membutuhkan dana dari investor, sebagaimana detikINET kutip dari TechCrunch, Minggu (15/4/2018).

Ia pun menepis prediksi dari perbankan Jefferies yang menyebut Tesla masih akan membutuhkan penanaman modal hingga USD 3 miliar tahun ini. Hal tersebut dilakukannya dengan membalas cuitan yang ditulis oleh The Economist terkait dengan analisis tersebut.

"Tesla akan mampu menghasilkan keuntungan dengan arus kas positif pada Q3 dan Q4, terang saja kami tidak membutuhkan penggalangan dana lagi," tulisnya.



Saat ini, nilai saham Tesla sudah membaik ke level USD 300,34. Sedangkan kapitalisasi pasarnya sudah mencapai USD 50,7 miliar. Angka tersebut bahkan mampu mengalahkan torehan Ford Motors dengan USD 45 miliar.





(rou/rou)
Foto: Elon Musk yang kerap dijuluki Iron Man
Foto: Internet
Foto: Dok. Elon Musk

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed