Elon Musk: Kecerdasan Buatan Itu Diktator yang Kekal!

Elon Musk: Kecerdasan Buatan Itu Diktator yang Kekal!

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Selasa, 10 Apr 2018 06:35 WIB
Foto: Istimewa/Hyperloop/The Boring Company/Geety Images
Jakarta - Sekali lagi, Elon Musk menggambarkan besarnya potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kecerdasan buatan bagi kelangsungan hidup manusia di dunia.

Elon Musk kembali mengingatkan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh artificial intelligence (AI), atau disebut juga dengan kecerdasan buatan. Kali ini, ia menganalogikan AI sebagai 'diktator yang tak bisa mati'.

Menurutnya, pengembangan di sektor tersebut oleh sebuah perusahaan maupun organisasi dapat menghasilkan sebuah AI yang mampu menguasai dunia. Ia mengatakannya dalam sebuah film dokumenter karya Chris Paine.



"Menakutkannya masa depan yang saya bisa bayangkan adalah ketika kita memiliki AI yang bisa diakses semua orang karena sebuah perusahaan atau organisasi mengembangkan kecerdasan super berbasis digital. Kehadiran mereka bisa membuatnya menguasai dunia," ujarnya.

"Jika di dunia ini terdapat diktator yang sangat jahat, paling tidak ia akan mati karena dirinya merupakan manusia. Tapi, tidak ada yang namanya kematian bagi AI. Ia akan hidup selamanya, dan kita akan mempunyai diktator yang kekal sehingga membuat kita tidak bisa lari kemana-mana," katanya menambahkan.

CEO dari tiga perusahaan sekaligus, Tesla, SpaceX, dan The Boring Company ini juga menyebutkan bahwa AI tidak perlu menjadi jahat jika ingin menghancurkan kehidupan manusia.

"Jika AI memiliki sebuah tujuan, ia bisa saja menyingkirkan apa yang ada di hadapannya, meskipun itu merupakan ras manusia. Ia akan melakukannya bahkan tanpa perlu memikirkannya terlebih dahulu," ucapnya, sebagaimana detikINET kutip dari CNBC, Selasa (10/4/2018).

Elon Musk: Kecerdasan Buatan Itu Diktator yang Kekal!Foto: REUTERS/Mario Anzuoni/File Photo



Pria berjuluk 'Iron Man' ini pun menyebut DeepMind, anak perusahaan Alphabet (induk dari Google), merupakan salah satu korporasi yang tengah berniat untuk mengembangkan kecerdasan super. Hal itu mulai terlihat sejak 2016 lalu.

Pada saat itu, AlphaGo, program yang dikembangkan oleh DeepMind, berhasil mengalahkan Lee S-dol, juara dunia permainan Go. Pencapaian tersebut pun diklaim sebagai yang tersukses dalam sejarah perkembangan AI setelah komputer milik IBM bernama Deep Blue mengalahkan juara dunia catur, Garry Kasparov, pada 1997 silam.

"DeepMind dapat memenangkan semua permainan. Sistem ini pun sudah bisa menaklukan seluruh game yang dibuat oleh Atari. Ini tak ubahnya manusia super. DeeMind bisa memainkan seluruh permainan dalam kecepatan tinggi hanya dalam waktu kurang dari semenit," tuturnya.



Film dokumenter garapan Chris Paine yang berjudul "Do You Trust Your Computer?" itu mengambil sejumlah contoh dari AI, seperti senjata otonom, teknologi yang digunakan di Wall Street, serta algoritma yang menggiring tersebarnya berita palsu.

Selain itu, film yang sudah ditonton lebih dari lima juta kali ini turut mengangkat contoh-contoh dari AI yang masuk ke dalam kultur manusia, seperti film The Matrix dan Ex Machina. (afr/afr)