Kamis, 05 Apr 2018 10:35 WIB

Karyawan Google Ogah Kerja Bareng Pentagon, Kenapa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kantor Google. Foto: Office Snapshot Kantor Google. Foto: Office Snapshot
San Francisco - Ribuan karyawan Google meminta CEO mereka -- Sundar Pichai -- meninjau ulang kerja sama Google dengan Pentagon, alias Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Kerja sama yang mereka maksud adalah penawaran Google untuk membantu Dephan AS dalam Project Maven, yaitu penelitian untuk mengembangkan algoritma computer vision yang bisa menganalisa hasil rekaman video dari drone.

Dalam sebuah surat yang ditandatangani 3.100 karyawan Google, mereka menyebut Google seharusnya tak ikut dalam bisnis yang terkait dengan perang, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (5/4/2018).

Google ikut serta dalam Project Maven sejak April 2017, namun sayangnya tak terungkap apa yang dikerjakan Google dalam proyek tersebut. Namun dalam pernyataan resminya Google menyebut mereka memberikan akses terhadap software TensorFlow kepada Dephan AS.



Sekadar informasi, TensorFlow adalah software yang dipakai dalam aplikasi machine learning yang mempunyai kemampuan untuk memahami konten dalam sebuah foto.

Menurut Google, andilnya dalam Project Maven dipastikan sesuatu yang tak ofensif. Diane Greene, bos operasi cloud Google, yang juga ada dalam dewan direksi Alphabet, menyebut teknologi tersebut tak akan digunakan untuk mengoperasikan atau menerbangkan drone, pun dipakai untuk meluncurkan senjata.

Namun hal ini tak cukup bagi ribuan karyawan Google yang meminta raksasa mesin pencari itu untuk menghentikan bantuannya terhadap Pentagon. Karena menurut mereka, saat selesai dikembangkan, teknologi itu bisa dengan mudah dipakai untuk melakukan hal-hal yang ofensif. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed